Sebanyak 50 warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) pada Rabu (23/11/2022). Acara ini berfokus pada dua aspek penting kesehatan: skrining Tuberkulosis (TBC) dan pelatihan pembuatan ‘Trilogi Antiseptik’ untuk menjaga kebersihan.
Dalam upaya pencegahan dan deteksi dini TBC, tim pengabdian masyarakat ISTA yang terdiri dari Dr. Iin Hendriyani, M.Kes., Apt., Dr. R. Soebagyo, M.Kes., Apt., dan apt. Ratih Dianita, M.Farm., melakukan skrining kesehatan kepada 50 warga. Skrining ini merupakan bagian dari program rutin ISTA untuk membantu masyarakat dalam mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sedini mungkin.
Selain fokus pada TBC, kegiatan ini juga membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai kebersihan diri dan lingkungan. Dosen ISTA memberikan pelatihan pembuatan ‘Trilogi Antiseptik’, sebuah metode yang dirancang untuk meningkatkan praktik kebersihan melalui penggunaan bahan-bahan antiseptik yang mudah diakses dan dibuat. Tujuannya adalah agar warga dapat secara mandiri memproduksi cairan pembersih tangan dan sabun antibakteri.
Dr. Iin Hendriyani, M.Kes., Apt., selaku ketua tim pelaksana, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Parung Panjang, baik dalam hal deteksi dini penyakit menular seperti TBC maupun dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan melalui produk antiseptik yang dapat dibuat sendiri,” ujar beliau.
Pelatihan pembuatan ‘Trilogi Antiseptik’ ini mencakup demonstrasi langsung dan pemberian materi tentang cara membuat cairan pembersih tangan berbasis alkohol dan sabun antibakteri. Para dosen ISTA juga menjelaskan pentingnya penggunaan produk-produk ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen ISTA dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan warga Parung Panjang dapat berkelanjutan dan diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
