Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan kekesalannya yang mendalam terkait dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi anak-anak. Ia menyebut pelaku tindakan tersebut sebagai orang-orang biadab yang tidak pantas dihormati, serta menekankan perlunya efisiensi dalam pelaksanaan program ini segera dilakukan.
Prabowo menyampaikan rasa frustrasinya pada hari Selasa, 11 Juni 2024, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia menyoroti bahwa program MBG, yang dirancang untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk pada anak-anak, justru menjadi sasaran praktik korupsi. Hal ini jelas menunjukkan penyimpangan tujuan program yang seharusnya mulia.
Menurut Prabowo, tindakan korupsi dalam program yang menyangkut kesejahteraan anak adalah sebuah kejahatan serius. “Orang-orang biadab, tidak pantas kita hormati,” tegasnya, menggambarkan betapa marahnya ia terhadap praktik tersebut. Ia menambahkan bahwa mereka yang melakukan korupsi dalam program ini tidak memiliki hati nurani dan hanya memikirkan keuntungan pribadi di atas penderitaan anak-anak.
Lebih lanjut, mantan calon presiden ini menekankan pentingnya perbaikan dan efisiensi dalam penyelenggaraan program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Ia menyerukan agar segera dilakukan evaluasi dan tindakan korektif untuk memastikan program MBG berjalan sesuai dengan tujuan awalnya dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak yang membutuhkan.
Prabowo juga sempat menyinggung mengenai program lain yang memiliki potensi serupa untuk disalahgunakan. Ia mengingatkan para penyelenggara program untuk bekerja dengan integritas tinggi dan transparan. Fokus utama harus tetap pada pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat, bukan menjadi ajang memperkaya diri sendiri.
Pernyataan Prabowo ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran negara, terutama untuk program-program sosial yang krusial. Tindakan tegas dan pencegahan korupsi harus terus digalakkan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bebas dari praktik kejahatan finansial yang merugikan generasi penerus.
