Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyoroti potensi besar teknologi kloning dalam upaya pemerintah untuk memperbanyak populasi sapi ternak di Indonesia. Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi kunci dalam program upstreaming yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan upstreaming ini bertujuan untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di berbagai sektor guna mengamankan teknologi-teknologi strategis. Salah satu teknologi yang dianggap krusial untuk sektor peternakan sapi adalah kloning.
“Kita melakukan upstreaming, kita membeli perusahaan-perusahaan terbaik dan mendapatkan teknologinya,” ujar Prabowo saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (19/6/2024). Ia menambahkan, “Kita membutuhkan teknologi kloning sapi.”
Pemanfaatan teknologi kloning sapi ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi tantangan regenerasi populasi sapi yang ada saat ini. Dengan kemampuan untuk memperbanyak sapi unggul secara genetik, diharapkan kualitas dan kuantitas sapi ternak di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terkini demi kemajuan sektor-sektor vital, termasuk peternakan. Investasi dalam teknologi seperti kloning menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan protein hewani.
Pernyataan Prabowo ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.
