Petinju profesional Prichard Colon, yang hidupnya berubah drastis setelah mengalami cedera otak serius, telah meninggal dunia pada usia 33 tahun. Kabar duka ini disampaikan pada Kamis (13/8), mengakhiri perjuangan panjangnya yang dimulai lebih dari satu dekade lalu di atas ring tinju.
Kondisi Colon memburuk setelah pertarungan yang dijadwalkan untuk delapan ronde melawan Terrel Williams di EagleBank Arena, Fairfax, Virginia, pada 17 Oktober 2015. Insiden tersebut meninggalkan luka permanen yang membuatnya terbaring koma dan membutuhkan perawatan intensif selama bertahun-tahun.
Sebelum insiden tragis tersebut, Colon adalah seorang petinju yang sedang naik daun dengan rekor profesional yang mengesankan. Ia berhasil memenangkan 16 dari 17 pertarungannya sebelum menghadapi Williams, dengan 13 kemenangan di antaranya diraih melalui KO. Namun, nasib berkata lain di malam pertarungan tersebut.
Dalam pertarungan melawan Terrel Williams, Colon dilaporkan mengalami cedera kepala yang parah. Meskipun sempat dinyatakan sebagai pemenang melalui diskualifikasi lawannya karena pukulan ilegal, kondisi Colon justru memburuk setelah pertarungan usai. Ia kemudian didiagnosis menderita cedera otak traumatis yang memaksanya untuk pensiun dari dunia tinju.
Keluarga Colon telah berjuang keras untuk memberikan perawatan terbaik bagi Prichard selama 11 tahun terakhir. Mereka kerap membagikan perkembangan kondisi Prichard melalui media sosial, menunjukkan keteguhan dan cinta mereka dalam menghadapi cobaan berat ini. Dukungan dari penggemar tinju di seluruh dunia juga terus mengalir, memberikan kekuatan bagi keluarga.
Meskipun demikian, perjuangan Colon melawan cedera otak yang dideritanya akhirnya harus berakhir. Kepergiannya menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para atlet, khususnya dalam olahraga kontak fisik seperti tinju. Prichard Colon akan dikenang sebagai sosok petinju berbakat yang harus menghadapi takdir yang tak terduga.
