Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memiliki aturan ketat mengenai perpindahan kewarganegaraan bagi para pemain yang ingin membela negara lain di kancah internasional. Aturan ini menjadi krusial mengingat banyaknya pemain dengan darah keturunan dari berbagai negara atau yang pernah bermain di liga luar negeri.
Tim Ask Me Anything dari BBC Sport baru-baru ini menguraikan secara rinci mengenai regulasi FIFA terkait perubahan kewarganegaraan. Intinya, pemain yang telah mewakili tim nasional senior suatu negara tidak serta merta kehilangan haknya untuk membela negara lain, namun ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Salah satu syarat utama adalah pemain tersebut harus memiliki salah satu dari empat kriteria berikut: lahir di negara yang ingin dibela, memiliki orang tua atau kakek/nenek yang lahir di negara tersebut, telah tinggal secara sah dan terus-menerus di negara tersebut selama minimal lima tahun setelah usia 18 tahun, atau telah bermain di tim nasional junior negara tersebut.
Lebih lanjut, FIFA menetapkan batasan usia untuk perpindahan ini. Pemain yang telah tampil dalam pertandingan resmi tim nasional senior tidak dapat berganti negara jika ia telah memainkan tiga pertandingan atau lebih untuk tim nasional senior negara asalnya sebelum usianya 21 tahun. Namun, jika ia belum pernah bermain untuk tim nasional senior negara asalnya, atau baru bermain maksimal dua kali sebelum usia 21 tahun, maka perpindahan masih dimungkinkan.
Selain itu, ada ketentuan mengenai lama tinggal. Jika seorang pemain ingin menggunakan kriteria lama tinggal untuk berganti negara, ia harus membuktikan telah menetap secara sah dan terus-menerus di negara barunya minimal selama lima tahun setelah mencapai usia 18 tahun. Aturan ini bertujuan untuk memastikan adanya ikatan yang kuat antara pemain dengan negara yang ingin diwakilinya.
Penting untuk dicatat bahwa setiap permohonan perpindahan kewarganegaraan akan ditinjau secara individual oleh FIFA. Badan sepak bola dunia ini akan memastikan bahwa semua persyaratan dalam Statuta FIFA, khususnya Pasal 7, telah terpenuhi sebelum memberikan persetujuan. Keputusan akhir berada di tangan FIFA, yang akan mempertimbangkan semua fakta dan bukti yang diajukan oleh pemain dan federasi terkait.
