Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dapat menyentuh 400.000 unit rumah di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2024. Target ambisius ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah dan mengurangi angka rumah tidak layak huni.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen kementeriannya dalam merealisasikan program BSPS. “Kita kejar target 400.000 unit tahun ini. Ini bukan sekadar angka, tetapi bagaimana kita memastikan masyarakat memiliki rumah yang layak dan sehat,” ujar Basuki dalam sebuah kesempatan.
Program BSPS sendiri merupakan salah satu prioritas Kementerian PUPR untuk membantu masyarakat membangun atau memperbaiki rumah mereka secara swadaya dengan dukungan stimulan dari pemerintah. Stimulan ini dapat berupa material bangunan atau upah tenaga kerja, yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Realisasi program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aspek fisik rumah, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Rumah yang layak huni berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, mengurangi risiko penyakit, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga.
Pencapaian target 400.000 unit rumah yang dibedah pada tahun ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan Kementerian PUPR dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang memadai.
