Sektor industri di Indonesia mendesak pemerintah untuk memberikan stimulus yang berfokus pada peningkatan efisiensi, terutama melalui pengurangan biaya logistik. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Permintaan ini disuarakan oleh para pelaku industri yang menilai bahwa efisiensi operasional menjadi kunci utama untuk bersaing dan bertahan. Dengan biaya logistik yang lebih rendah, industri dapat menekan biaya produksi, meningkatkan daya saing produk, dan pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas ekonomi.
Pengurangan biaya logistik bukan hanya sekadar harapan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi industri. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (API) Bambang Supriyadi. Menurutnya, dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, industri membutuhkan berbagai stimulus, termasuk yang berkaitan dengan efisiensi.
Bambang menjelaskan bahwa salah satu cara yang paling efektif untuk mewujudkan efisiensi tersebut adalah dengan menekan biaya logistik. βIndustri ini kan membutuhkan berbagai stimulus, salah satunya efisiensi. Pengurangan biaya logistik ini menjadi salah satu yang paling penting,β ujar Bambang Supriyadi dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian pada Selasa (23/1/2024).
Ia menambahkan bahwa dengan adanya pengurangan biaya logistik, industri akan mampu melakukan efisiensi secara menyeluruh. Hal ini akan berdampak positif pada kemampuan industri untuk menghadapi gejolak ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang. Dengan kata lain, efisiensi biaya logistik merupakan fondasi penting untuk membangun ketahanan industri dalam menghadapi ketidakpastian.
Lebih lanjut, Bambang menggarisbawahi bahwa stimulus yang diberikan oleh pemerintah harus mampu mendorong pelaku usaha untuk melakukan efisiensi. Ia menekankan bahwa stimulus tersebut tidak hanya bersifat bantuan finansial semata, tetapi juga harus mencakup kebijakan-kebijakan yang memfasilitasi pengurangan biaya operasional, khususnya di sektor logistik. Dengan demikian, industri dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih lancar dan kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
