Korea Utara kembali melancarkan aksi provokatif dengan menembakkan sebuah rudal balistik ke arah perairan lepas pantai timur Semenanjung Korea pada hari Minggu (18/12). Insiden ini sontak memicu respons cepat dari Pemerintah Jepang, di mana Kantor Perdana Menteri Jepang menerbitkan peringatan darurat.
Menurut laporan dari Kantor Berita Yonhap, rudal yang ditembakkan oleh Korea Utara dilaporkan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Meskipun demikian, peluncuran rudal ini tetap menimbulkan kekhawatiran dan respons sigap dari pihak Jepang.
Peringatan darurat yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, bertujuan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan memastikan kesiapsiagaan. Pihak berwenang Jepang dilaporkan masih mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai jenis rudal yang diluncurkan dan lintasan pastinya.
Militer Korea Selatan juga telah mengkonfirmasi peluncuran rudal tersebut. Mereka menyatakan bahwa rudal balistik itu diluncurkan dari wilayah Pyongsong di Provinsi Pyongan Selatan pada Minggu pagi waktu setempat. Peluncuran ini menjadi penanda eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea, mengingat respons cepat dan peringatan yang dikeluarkan oleh Jepang.
Insiden ini menambah daftar panjang uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara dalam beberapa waktu terakhir. Aksi-aksi semacam ini sering kali menuai kecaman internasional dan meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas regional. Pemerintah Jepang menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi dan menjaga keamanan wilayahnya.
