Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Prediksi Risiko Penyakit Jantung Wanita: LDL Bukan Satu-satunya Tolok Ukur

Oleh Rini Widiyarti August 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Para ahli medis mengingatkan bahwa kolesterol LDL (low-density lipoprotein) saja tidak cukup untuk memprediksi risiko penyakit jantung pada wanita secara akurat. Beberapa parameter lipid dan biomarker lain terbukti memiliki kemampuan prediksi yang lebih baik.

Pentingnya temuan ini diungkapkan oleh Samia Mora, MD, MHS, dalam kuliahnya pada American Society for Preventive Cardiology Congress on CVD Prevention. Kuliah tersebut merupakan bagian dari 2026 Nanette Wenger Award Lecture, sebuah penghargaan yang dinamai dari Nanette Wenger, MD, seorang anggota Dewan Editorial Healio | Cardiology Today yang merupakan pionir dalam penelitian risiko penyakit kardiovaskular (CVD) spesifik berdasarkan jenis kelamin.

Dr. Mora, yang juga menjabat sebagai direktur Center for Lipid Metabolomics di Brigham and Women’s Hospital dan profesor kedokteran di Harvard Medical School, menekankan bahwa fokus tunggal pada kadar kolesterol LDL dapat menyesatkan dalam menilai risiko penyakit jantung pada populasi wanita. Ia menjelaskan bahwa profil lipid yang lebih komprehensif, yang mencakup berbagai jenis lipoprotein dan penanda inflamasi, memberikan gambaran yang lebih jernih mengenai kerentanan seorang wanita terhadap penyakit kardiovaskular.

Penelitian lebih lanjut yang dipresentasikan dalam forum tersebut menunjukkan bahwa kombinasi dari beberapa faktor, seperti kadar trigliserida, HDL (high-density lipoprotein) yang fungsional, apolipoprotein B, dan penanda inflamasi tertentu, dapat memberikan prediksi risiko yang lebih sensitif dan spesifik dibandingkan hanya mengandalkan LDL. Hal ini krusial mengingat perbedaan fisiologis dan hormonal antara pria dan wanita yang memengaruhi perkembangan penyakit jantung.

Mengidentifikasi wanita dengan risiko tinggi secara lebih dini melalui penilaian yang lebih holistik memungkinkan intervensi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi angka kejadian penyakit jantung pada wanita, yang seringkali memiliki presentasi gejala yang berbeda dan kurang khas dibandingkan pria, sehingga diagnosis dini menjadi lebih menantang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp