Injeksi sel punca turunan epitel pigmen retina subretinal menunjukkan hasil yang menjanjikan pada pasien dengan kondisi atrofi geografis. Data awal yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Retina Specialists ini membuka jalan baru dalam penanganan penyakit mata degeneratif.
Dr. Vivienne S. Hau, MD, PhD, dari Kaiser Permanente Bernard J. Tyson School of Medicine, mengungkapkan antusiasmenya terhadap temuan ini. “Ini adalah data studi yang sangat menarik yang berpotensi menunjukkan janji penggunaan sel punca untuk memperbaiki kerusakan pada mata akibat penyakit-penyakit ini, yang belum pernah bisa kita lakukan sebelumnya,” ujarnya kepada Healio.
Atrofi geografis merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada lansia, yang ditandai dengan kerusakan progresif pada sel-sel retina. Selama ini, pilihan pengobatan untuk kondisi ini sangat terbatas dan belum ada terapi yang mampu meregenerasi jaringan yang rusak.
Studi yang dipresentasikan ini berfokus pada penggunaan sel punca yang dikembangkan menjadi sel epitel pigmen retina. Sel-sel ini kemudian diinjeksikan langsung ke bawah retina (subretinal) pada pasien yang menderita atrofi geografis. Mekanisme kerjanya diharapkan dapat menggantikan sel-sel epitel pigmen retina yang rusak dan memulihkan fungsi penglihatan.
Meskipun data yang disajikan masih bersifat awal, para peneliti dan dokter mata menyambut baik potensi terapi sel punca ini. Kemampuan sel punca untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel-sel retina, menawarkan harapan baru bagi pasien yang sebelumnya memiliki prognosis buruk.
Lebih lanjut, Dr. Hau menekankan bahwa temuan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam penelitian penyakit mata degeneratif. “Kemajuan dalam bidang ini sangat penting untuk menemukan terapi yang efektif dan pada akhirnya dapat mengembalikan penglihatan bagi jutaan orang di seluruh dunia,” tambahnya.
Pertemuan tahunan American Society of Retina Specialists menjadi platform penting bagi para ahli retina untuk berbagi temuan terbaru dan mendiskusikan arah penelitian di masa depan. Presentasi data awal mengenai terapi sel punca ini diharapkan akan memicu penelitian lebih lanjut dan uji klinis yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang.
