Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan kemajuan signifikan dalam program rasionalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan yang digelar di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Minggu, 21 Juni 2026, Rosan menyampaikan bahwa sebanyak 258 dari total sekitar 1.077 entitas BUMN telah berhasil dikonsolidasikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat tata kelola perusahaan negara.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan sesuai instruksi Presiden. "Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan," ujar Teddy mengutip laporan Rosan kepada Prabowo. Ia menambahkan bahwa target pemangkasan BUMN akan terus berlanjut dengan sasaran untuk mengurangi jumlahnya menjadi sekitar 300 entitas dalam waktu dekat.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan pelat merah, serta secara signifikan mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Presiden Prabowo sendiri telah memberikan arahan sejak tahun 2025 agar Danantara melakukan rasionalisasi BUMN secara masif.
Instruksi awal dari Presiden Prabowo adalah memangkas jumlah BUMN yang saat itu mencapai sekitar 1.000 entitas menjadi angka yang lebih rasional, yaitu antara 200 hingga 240 perusahaan. Arahan ini disampaikan Presiden saat berdialog dengan Chairman Forbes Media, Steve Forbes, dalam forum Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Prabowo menekankan pentingnya menjadikan BUMN yang tersisa sebagai entitas yang beroperasi dengan standar internasional setelah proses pemangkasan rampung. Ia meyakini bahwa rasionalisasi ini akan mampu meningkatkan imbal hasil atau keuntungan perusahaan negara sebesar 1 hingga 2 persen. Visi Presiden adalah menciptakan BUMN yang lebih ramping, efisien, dan berdaya saing tinggi di kancah global.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Danantara untuk aktif mencari talenta terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memimpin perusahaan-perusahaan BUMN. Pemerintah bahkan telah melakukan penyesuaian peraturan untuk membuka peluang lebih lebar bagi profesional asing yang memiliki keahlian dan rekam jejak mumpuni untuk menduduki posisi strategis di perusahaan pelat merah. Inisiatif ini bertujuan untuk membawa perspektif baru dan praktik terbaik manajemen internasional ke dalam pengelolaan BUMN.
Program rasionalisasi BUMN ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi struktural di sektor badan usaha milik negara. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem BUMN yang lebih sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional. Dengan memangkas jumlah entitas yang tidak efisien atau tumpang tindih, pemerintah berharap dapat memfokuskan sumber daya pada BUMN yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan nilai strategis.
Proses konsolidasi BUMN ini melibatkan evaluasi mendalam terhadap kinerja, relevansi, dan potensi masing-masing perusahaan. BUMN yang memiliki fungsi serupa atau memiliki skala operasi yang kecil dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian akan menjadi prioritas untuk digabungkan atau dilikuidasi. Strategi ini sejalan dengan tren global dalam tata kelola perusahaan negara, di mana efisiensi dan fokus menjadi kunci keberhasilan.
Selain efisiensi, pemangkasan ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang kerap dikaitkan dengan perusahaan besar. Dengan jumlah BUMN yang lebih sedikit dan tata kelola yang lebih ketat, pengawasan akan menjadi lebih efektif. Hal ini juga akan mempermudah pemerintah dalam mengukur kinerja dan akuntabilitas setiap BUMN yang tersisa.
Target untuk mengurangi jumlah BUMN menjadi 200-240 entitas menunjukkan ambisi besar pemerintah untuk melakukan transformasi fundamental. Ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah strategi untuk menciptakan BUMN yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global yang semakin kompetitif. Kehadiran talenta terbaik, termasuk profesional asing, diharapkan dapat mempercepat proses modernisasi dan peningkatan daya saing BUMN.
Pertemuan antara Rosan Roeslani dan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi penanda bahwa program rasionalisasi BUMN berada di jalur yang tepat dan menunjukkan progres yang nyata. Laporan 258 BUMN yang telah berhasil dipangkas merupakan bukti kerja keras tim Danantara dan komitmen pemerintah untuk menata ulang sektor strategis ini demi kemajuan ekonomi bangsa. Perkembangan selanjutnya dalam proses konsolidasi dan transformasi BUMN akan terus menjadi sorotan publik dan menjadi indikator penting keberhasilan reformasi di sektor ini.











