Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 (Mw7,4) mengguncang Kolombia, menyebabkan kerusakan luas dan merenggut nyawa 138 orang. Ratusan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa alam dahsyat ini. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, memberikan penjelasan mendalam mengenai penyebab dan dampak dari gempa yang berpusat pada lempeng di bawah permukaan bumi tersebut.
Peristiwa gempa bumi yang terjadi pada tanggal yang tidak disebutkan dalam sumber, namun dampaknya terasa signifikan, dipicu oleh robeknya Lempeng Samudra Nazca. Lempeng ini, yang bergerak di bawah Lempeng Amerika Selatan, mengalami keretakan yang memicu pelepasan energi seismik besar. Menurut Daryono, gempa jenis ini, yang dikenal sebagai gempa dalam-lempeng (intraplate earthquake), seringkali memiliki magnitudo yang sangat besar dan dapat menimbulkan kerusakan parah di wilayah yang luas.
Daryono menjelaskan bahwa Lempeng Nazca merupakan salah satu lempeng tektonik besar yang aktif di kawasan Samudra Pasifik. Pergerakan konvergen antara Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan secara terus-menerus menciptakan tekanan yang akumulatif. Ketika tekanan tersebut melebihi batas elastisitas batuan di dalam lempeng, terjadilah patahan atau robekan yang menghasilkan gelombang seismik.
Dampak dari gempa Mw7,4 ini sangat terasa di berbagai wilayah Kolombia. Bangunan-bangunan dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan struktural yang parah, memicu kepanikan di antara penduduk. Korban jiwa yang mencapai 138 orang menjadi bukti betapa dahsyatnya kekuatan gempa tersebut. Upaya penyelamatan dan bantuan darurat segera diluncurkan oleh pemerintah setempat untuk menangani korban luka dan memberikan pertolongan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Lebih lanjut, Daryono menekankan bahwa lokasi gempa yang relatif dalam di bawah permukaan bumi juga berkontribusi pada penyebaran energi yang lebih luas. Meskipun demikian, kekuatan gempa tetap mampu merusak permukaan. Kejadian ini menjadi pengingat akan aktivitas tektonik yang intens di kawasan Amerika Selatan dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam gempa bumi.
