Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
POLITIK

Penyelenggara dan MC Festival Musik Diperiksa Terkait Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an

Oleh Danu Ilham August 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pihak kepolisian tengah mendalami dugaan promosi minuman keras (miras) yang terselubung dalam sebuah acara bertajuk tantangan hafalan Al-Qur’an. Investigasi ini berfokus pada pemeriksaan terhadap Event Organizer (EO) dan Master of Ceremony (MC) yang terlibat dalam festival musik tersebut. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dan kekhawatiran publik terkait konten acara yang dianggap tidak pantas dan berpotensi menyinggung.

Pemeriksaan mendalam terhadap pihak EO dan MC dilakukan guna mengklarifikasi kronologi serta motif di balik penyelenggaraan segmen yang mempertemukan promosi miras dengan aktivitas keagamaan. Polisi ingin memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai kedok untuk mempromosikan produk minuman beralkohol. Keterangan dari para pihak terkait diharapkan dapat mengungkap adanya pelanggaran hukum atau norma yang berlaku.

Pihak kepolisian belum merinci secara spesifik identitas EO dan MC yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, dipastikan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya serius untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan menjaga ketertiban serta kondusivitas di ruang publik. Pengusutan ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Festival musik yang menjadi sorotan ini diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2024 di Jakarta International Stadium (JIS). Salah satu segmen acara yang menuai kontroversi adalah adanya booth yang menawarkan kupon undian berhadiah minuman keras bagi peserta yang berhasil menghafal surat-surat tertentu dalam Al-Qur’an. Hal ini sontak menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan masyarakat umum, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai agama.

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak EO penyelenggara festival musik tersebut telah memberikan klarifikasi. Melalui pernyataan resminya, mereka membantah adanya unsur kesengajaan untuk mempromosikan miras secara langsung. Menurut mereka, kolaborasi dengan sponsor dalam bentuk booth tersebut adalah bentuk kerjasama komersial biasa. Namun, klarifikasi ini tampaknya belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran publik, sehingga proses hukum oleh kepolisian terus berlanjut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka akan terus mendalami kasus ini secara profesional dan transparan. Semua fakta dan bukti yang ada akan dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan adanya penetapan tersangka jika terbukti ada unsur pidana. Fokus utama adalah memastikan bahwa acara publik tidak disalahgunakan untuk tujuan yang melanggar hukum atau norma sosial.

Bagikan: Facebook X WhatsApp