Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada FIFA, badan sepak bola dunia, mengenai potensi pemecatan Presiden Gianni Infantino. Trump menilai langkah tersebut akan menjadi sebuah kesalahan besar yang dapat merugikan organisasi.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah berbagai tuduhan dan investigasi yang dihadapi Infantino, termasuk dugaan pertemuan rahasia dengan jaksa agung Swiss dan potensi konflik kepentingan terkait kontrak penyiaran. Meskipun demikian, Trump secara tegas menyatakan dukungannya terhadap Infantino.
Melalui akun media sosialnya, Trump menyampaikan pandangannya, “FIFA harus membiarkan Gianni Infantino tetap menjabat sebagai Presiden mereka. Menggantinya akan menjadi kesalahan besar.” Trump juga menyoroti bahwa Infantino telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk olahraga tersebut.
Lebih lanjut, Presiden AS itu menekankan, “Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk sepak bola di seluruh dunia, dan banyak negara, termasuk Amerika Serikat, mendukungnya.” Pernyataan ini menunjukkan adanya dukungan internasional yang cukup kuat bagi Infantino, setidaknya dari perspektif Trump.
Donald Trump juga mengaitkan isu ini dengan aspek politik, menyiratkan bahwa ada pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan Infantino. “Beberapa orang dan negara berusaha menjatuhkannya, tetapi dia adalah pria yang hebat dan kuat,” ujar Trump.
Sebelumnya, Gianni Infantino memang tengah menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Komite Etik FIFA telah membuka proses investigasi terhadapnya terkait dugaan pelanggaran kode etik. Laporan dari Swiss Leaks pada akhir 2023 mengungkap detail pertemuan antara Infantino dan Jaksa Agung Swiss saat itu, Michael Lauber, yang menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan potensi penyalahgunaan kekuasaan.
Meskipun menghadapi tudingan tersebut, Infantino sendiri telah berulang kali membantah melakukan kesalahan. Ia menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan yang sedang berlangsung. Dukungan dari tokoh sekaliber Donald Trump, meskipun mungkin bersifat politis, dapat memberikan bobot tambahan dalam perdebatan mengenai masa depan kepemimpinannya di FIFA.
