Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Kehamilan Berisiko Tinggi Tingkatkan Peluang Kematian Dini Akibat Penyakit Jantung pada Wanita

Oleh Rini Widiyarti August 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal European Heart Journal mengungkapkan bahwa risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular (CVD) dapat sangat bervariasi pada wanita yang pernah mengalami satu atau lebih kehamilan dengan komplikasi.

Temuan ini menyoroti pentingnya mengenali kehamilan berisiko sebagai indikator awal bagi wanita yang rentan terhadap penyakit jantung. Aditi Singh, seorang kandidat PhD dari University of Bergen, Norwegia, menyatakan dalam siaran pers bahwa penyakit kardiovaskular pada wanita sering kali kurang dikenali dan ditangani. “Oleh karena itu, komplikasi kehamilan telah diusulkan sebagai cara untuk mengidentifikasi wanita yang berisiko,” jelasnya.

Penelitian sebelumnya dari tim Singh telah menunjukkan adanya peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular dini seiring bertambahnya jumlah kehamilan yang mengalami komplikasi. Namun, Singh mencatat bahwa banyak studi dan panduan medis yang ada saat ini masih terbatas pada pertanyaan apakah seorang wanita pernah mengalami kehamilan yang rumit, tanpa mempertimbangkan tingkat keparahan atau jenis komplikasi yang dialami.

Analisis data yang dilakukan terhadap lebih dari 500.000 wanita di Norwegia antara tahun 1967 hingga 2018 ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih spesifik jenis komplikasi kehamilan yang paling berkontribusi terhadap peningkatan risiko CVD. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat preeklampsia, hipertensi gestasional, diabetes gestasional, kelahiran prematur, atau solusio plasenta memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Secara spesifik, wanita yang mengalami preeklampsia memiliki peningkatan risiko 1,5 kali lipat untuk mengembangkan CVD. Sementara itu, hipertensi gestasional meningkatkan risiko sebesar 1,4 kali lipat. Komplikasi lain seperti diabetes gestasional, kelahiran prematur, dan solusio plasenta juga menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan risiko penyakit jantung di masa mendatang, meskipun dengan tingkat risiko yang sedikit lebih rendah dibandingkan preeklampsia dan hipertensi gestasional.

Temuan ini menegaskan bahwa komplikasi kehamilan bukan sekadar masalah sementara selama masa kehamilan, melainkan dapat menjadi penanda dini risiko kesehatan kardiovaskular jangka panjang bagi wanita. Oleh karena itu, skrining dan pemantauan kesehatan kardiovaskular yang lebih intensif disarankan bagi wanita yang pernah mengalami komplikasi kehamilan, terutama yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme selama kehamilan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp