Semburan lumpur yang terjadi di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (21/5/2024) lalu, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Fenomena alam ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat.
Menurut Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, semburan lumpur tersebut merupakan kejadian yang tidak terkait dengan aktivitas vulkanik. Ia memastikan bahwa tidak ada indikasi aktivitas magma yang menjadi penyebabnya.
Penjelasan lebih rinci disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kristianto, dalam keterangan tertulisnya. Ia menjelaskan bahwa semburan lumpur yang terjadi di Blora ini merupakan salah satu manifestasi dari proses geologi yang lazim terjadi di daerah tersebut. “Fenomena ini merupakan bagian dari sistem geothermal yang ada di wilayah Blora,” ujar Kristianto.
Kristianto menambahkan, semburan lumpur ini bukanlah kejadian yang baru pertama kali terjadi di wilayah Blora. “Di daerah Blora memang banyak terdapat manifestasi geothermal, seperti semburan gas dan lumpur,” jelasnya lebih lanjut.
Ia merinci bahwa semburan lumpur di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini terjadi pada hari Selasa, 21 Mei 2024. Lokasi kejadian berada di area pengeboran sumur minyak tua. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas pengeboran yang dilakukan masyarakat di sekitar area tersebut berpotensi memicu terbukanya jalur fluida di bawah permukaan bumi.
“Semburan lumpur ini terjadi di area sumur minyak tua yang dibor oleh masyarakat, yang mana kemungkinan besar mengakibatkan terbukanya jalur fluida di bawah permukaan,” terang Kristianto.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk berhati-hati dan tidak mendekati lokasi semburan demi keselamatan. Pengawasan terus dilakukan oleh tim Badan Geologi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
