Monday, 10 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Perut Buncit Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2 Akibat Resistensi Insulin

Oleh Muzairi M August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Lemak yang menumpuk di area perut, atau yang sering disebut perut buncit, ternyata bukan sekadar masalah penampilan semata. Kondisi ini secara signifikan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami resistensi insulin, yang merupakan faktor utama berkembangnya diabetes tipe 2.

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh, terutama otot, hati, dan lemak, tidak lagi merespons insulin dengan baik. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan bertugas membantu glukosa (gula) dari makanan masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Ketika tubuh resisten terhadap insulin, glukosa akan menumpuk di dalam darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang terletak di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ vital, dianggap sebagai pemicu utama terjadinya resistensi insulin. Lemak visceral ini bersifat lebih aktif secara metabolik dibandingkan lemak subkutan (lemak di bawah kulit), dan dapat melepaskan zat-zat kimia yang mengganggu kerja insulin.

Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolisme, dan diabetes, pernah menjelaskan bahwa perut buncit adalah indikator awal dari masalah kesehatan yang lebih serius. Ia menekankan bahwa ukuran lingkar pinggang yang melebihi batas normal dapat menjadi alarm bagi individu untuk segera melakukan evaluasi kesehatan.

Menurut rekomendasi medis, lingkar pinggang yang sehat bagi pria adalah kurang dari 90 sentimeter, sementara bagi wanita adalah kurang dari 80 sentimeter. Angka-angka ini menjadi patokan penting untuk menilai risiko kesehatan terkait penumpukan lemak perut. Melebihi batas ini, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 pun semakin meningkat.

Penting untuk diingat bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik, seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, masalah penglihatan, hingga amputasi. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal dan mengendalikan ukuran lingkar pinggang menjadi langkah pencegahan yang krusial.

Upaya menurunkan lemak perut dapat dilakukan melalui kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur. Mengurangi asupan gula dan lemak jenuh, serta meningkatkan konsumsi serat, protein tanpa lemak, dan sayuran, dapat membantu. Olahraga aerobik seperti jalan cepat, lari, berenang, atau bersepeda, yang dilakukan secara rutin, juga sangat efektif membakar lemak, termasuk lemak visceral.

Bagikan: Facebook X WhatsApp