Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup Hingga Tuntutan AS Terpenuhi

Oleh Emanuel August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Iran, melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan kembali sikapnya bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum Amerika Serikat memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap situasi geopolitik yang masih memanas di kawasan tersebut.

Juru bicara IRGC, Jenderal Ramezan Sharif, dalam sebuah kesempatan memberikan keterangan pers, menekankan bahwa keputusan untuk menjaga penutupan Selat Hormuz ini bersifat final hingga tuntutan Iran terpenuhi sepenuhnya. Ia tidak merinci secara spesifik apa saja yang dimaksud dengan ‘persyaratan’ tersebut, namun mengindikasikan bahwa hal ini berkaitan dengan pencabutan sanksi dan pengakuan terhadap kedaulatan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan minyak global, dengan sebagian besar minyak mentah dunia melewati perairan sempit ini. Kontrol Iran atas selat ini memberikan pengaruh strategis yang signifikan dalam negosiasi internasional. Keputusan untuk tidak membukanya kembali diklaim sebagai langkah defensif dan alat tawar menawar.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat, yang telah memburuk sejak Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018 dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang ketat. Iran berulang kali menyatakan bahwa sanksi tersebut melumpuhkan perekonomian negara dan menuntut pencabutannya sebagai syarat utama untuk kembali ke meja perundingan atau memperbaiki hubungan diplomatik.

Sebelumnya, pada tanggal 20 Januari 2023, Iran sempat melakukan latihan militer di Selat Hormuz, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di Teluk Persia. Latihan tersebut melibatkan berbagai unit angkatan laut IRGC dan menunjukkan kesiapan Iran untuk memblokir jalur pelayaran jika dianggap perlu. IRGC juga menyatakan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanannya untuk menghadapi ancaman eksternal.

Amerika Serikat sendiri belum memberikan tanggapan resmi secara langsung terhadap pernyataan terbaru dari IRGC. Namun, sebelumnya, Washington secara konsisten menolak klaim Iran terkait penutupan Selat Hormuz dan menekankan pentingnya kebebasan navigasi di perairan internasional. Ketidaksepakatan ini diperkirakan akan terus menjadi sumber ketegangan dalam hubungan bilateral kedua negara dan berdampak pada stabilitas regional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp