Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Dorong Elektrifikasi, Koalisi Sipil Desak Industri Otomotif di GIIAS 2026

Oleh Emanuel August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penutupan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Minggu (23/8/2026) dimanfaatkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk menyuarakan desakan kepada industri otomotif. Momentum ini menjadi titik krusial bagi para pegiat lingkungan dan advokasi untuk mendorong percepatan transisi menuju kendaraan listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

Koalisi yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat sipil ini secara tegas meminta komitmen nyata dari para pelaku industri otomotif untuk tidak hanya sekadar memamerkan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga benar-benar mewujudkan ekosistem BEV yang lebih luas di Indonesia. Mereka menyoroti pentingnya langkah strategis yang berkelanjutan demi masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu poin penting yang disuarakan adalah mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung. “Kami melihat banyak sekali prototipe dan inovasi kendaraan listrik yang dipamerkan di GIIAS 2026. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana industri ini dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk membangun infrastruktur pengisian daya yang memadai dan terjangkau di seluruh Indonesia,” ujar perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, Nadia Ramadhan, dalam pernyataannya. Ia menambahkan, “Tanpa infrastruktur yang kuat, adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat akan berjalan lambat.”

Selain infrastruktur, koalisi ini juga menyoroti isu ketersediaan dan harga kendaraan listrik yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat luas. “Kami berharap GIIAS 2026 bukan hanya ajang pameran, tetapi juga menjadi awal dari realisasi produk-produk BEV yang lebih kompetitif dari segi harga dan mudah dijangkau oleh konsumen Indonesia,” tegas Nadia. Ia menyarankan agar industri dapat memberikan insentif atau program khusus yang dapat meringankan beban konsumen dalam membeli kendaraan listrik.

Lebih lanjut, Koalisi Masyarakat Sipil juga mendorong adanya transparansi dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. Mereka menekankan pentingnya sumber daya yang etis dan ramah lingkungan dalam produksi baterai. “Kami ingin memastikan bahwa transisi ke kendaraan listrik ini tidak menimbulkan masalah lingkungan atau sosial baru di sektor hulu,” pungkas Nadia. Dengan demikian, harapan besar disematkan agar GIIAS 2026 benar-benar menjadi katalisator perubahan signifikan dalam industri otomotif Indonesia menuju era elektrifikasi yang berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp