Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Multifinance Andalkan AI untuk Keamanan Penyaluran Kredit

Oleh Emanuel August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perusahaan multifinance di Indonesia kini semakin mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan keamanan dalam proses penyaluran kredit. Pemanfaatan teknologi ini menjadi krusial di tengah maraknya praktik penipuan dan potensi risiko kredit macet yang mengintai.

Teknologi AI menawarkan solusi inovatif untuk mendeteksi potensi penipuan secara dini. Melalui analisis data yang canggih, sistem AI mampu mengidentifikasi pola-pola mencurigakan yang mungkin luput dari deteksi manual. Hal ini mencakup pemantauan aktivitas transaksi yang tidak lazim, verifikasi identitas nasabah yang lebih ketat, hingga pendeteksian dokumen palsu.

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Harry Christian Latif, mengungkapkan optimismenya terhadap peran AI. Ia menyatakan, “Kami sangat optimis dengan implementasi teknologi AI ini, di mana kami dapat meminimalkan risiko kredit macet dan juga menekan angka penipuan yang terjadi.” Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan industri terhadap efektivitas AI dalam mitigasi risiko.

Lebih lanjut, Harry menjelaskan bahwa Adira Finance telah mengimplementasikan AI dalam proses operasionalnya sejak tahun 2022. “Kami sudah mulai melakukan implementasi AI di Adira Finance sejak tahun 2022 untuk menekan angka kredit macet dan menekan angka penipuan,” tegasnya.

Perusahaan multifinance lainnya, PT Astra Sedaya Finance, juga turut mengamini pentingnya adopsi teknologi AI. Chief Operation Officer Astra Sedaya Finance, Jefri R. Sirait, menekankan bahwa AI memiliki peran strategis dalam mengamankan penyaluran kredit. “AI ini akan menjadi salah satu penunjang utama kami untuk mengamankan penyaluran kredit,” ujarnya.

Jefri menambahkan bahwa AI mampu menganalisis kelayakan calon nasabah dengan lebih akurat. Algoritma AI dapat memproses berbagai variabel data, termasuk riwayat kredit, pola pengeluaran, dan informasi demografis, untuk memberikan penilaian risiko yang lebih komprehensif. Ini memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam menyetujui atau menolak permohonan kredit, sehingga mengurangi kemungkinan kredit macet.

Selain itu, AI juga berkontribusi pada efisiensi operasional. Proses verifikasi dan analisis yang sebelumnya memakan waktu kini dapat dilakukan lebih cepat berkat otomatisasi yang didukung AI. Hal ini tidak hanya mempercepat proses persetujuan kredit bagi nasabah, tetapi juga menghemat biaya operasional perusahaan.

Dengan demikian, investasi pada teknologi AI menjadi langkah strategis bagi perusahaan multifinance di Indonesia untuk menjaga stabilitas finansial, meningkatkan kepercayaan nasabah, dan tetap kompetitif di pasar yang dinamis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp