Sunday, 9 August 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Pengusaha Transporter Akui Tak Ada Kendala Kualitas B50, Fokus pada Ketersediaan

Oleh Emanuel August 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pengusaha di sektor transportasi menyatakan bahwa penggunaan bahan bakar B50, yang merupakan campuran 50% minyak sawit dan 50% solar, tidak menimbulkan masalah signifikan terkait kualitas. Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan pengusaha setelah melakukan uji coba dan penggunaan rutin bahan bakar jenis ini. Fokus utama mereka kini beralih pada isu ketersediaan pasokan yang stabil.

Menurut keterangan yang disampaikan, tidak ada keluhan yang muncul mengenai performa mesin kendaraan atau dampak negatif lainnya pada operasional armada transportasi. Hal ini menunjukkan bahwa B50 telah memenuhi standar yang dibutuhkan untuk kendaraan diesel di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Transportasi Indonesia (APTRINDO), Gemilang Tarigan, mengkonfirmasi hal ini. Ia menyatakan, “Sejauh ini, setelah kita pakai, masalahnya tidak ada. Memang ada catatan, tapi bukan masalah kualitas.” Pernyataannya ini didukung oleh hasil evaluasi dari para anggotanya yang telah mengadopsi B50 dalam operasional mereka.

Lebih lanjut, Gemilang Tarigan menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi justru terletak pada aspek distribusi dan ketersediaan bahan bakar itu sendiri. Ia menekankan, “Yang menjadi persoalan adalah bagaimana ketersediaan ini bisa terjamin di seluruh daerah di Indonesia.” Ketersediaan yang merata menjadi kunci agar penerapan B50 dapat berjalan optimal dan berkelanjutan di seluruh Tanah Air.

APTRINDO berharap agar pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dapat memastikan pasokan B50 mencukupi dan mudah diakses oleh seluruh pelaku usaha transportasi. Hal ini penting demi kelancaran roda perekonomian yang sangat bergantung pada sektor logistik dan transportasi.

Sebelumnya, pemerintah terus mendorong penggunaan bahan bakar nabati melalui program B30, B35, hingga B50 sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor dan meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit dalam negeri. Program ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target bauran energi terbarukan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp