Perusahaan teknologi kenamaan, Nvidia, mengucurkan dana sebesar USD 2 miliar atau setara dengan Rp 31 triliun untuk mempercepat pembangunan fasilitas pabrik kecerdasan buatan (AI factory). Proyek ambisius ini akan dikembangkan di dua lokasi strategis, yakni Australia dan Batam, Indonesia. Investasi besar ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi chip AI secara global.
Dalam keterangan resminya, Nvidia mengumumkan bahwa pendanaan tersebut disalurkan kepada perusahaan teknologi Firmus. Dana ini secara spesifik dialokasikan untuk mempercepat realisasi pembangunan pabrik AI. Salah satu fokus utama pembangunan adalah di Batam, Indonesia, yang direncanakan akan menampung sekitar 170.000 unit GPU (Graphics Processing Unit) untuk keperluan komputasi AI. Pembangunan di Batam ini menjadi bagian penting dari strategi Nvidia untuk memperluas jejak manufaktur chip AI di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, investasi yang sama juga akan dialokasikan untuk pengembangan fasilitas serupa di Australia. Langkah ini menegaskan komitmen Nvidia untuk mendukung pertumbuhan ekosistem AI di berbagai belahan dunia. Pembangunan pabrik-pabrik ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengembangan teknologi AI lebih lanjut.
Perluasan kapasitas produksi GPU ini sangat krusial mengingat permintaan yang terus melonjak dari berbagai sektor industri yang mengadopsi teknologi AI. Ketersediaan chip AI yang memadai menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk mengembangkan aplikasi AI yang lebih canggih, mulai dari analisis data besar, kendaraan otonom, hingga solusi di bidang kesehatan dan riset ilmiah. Dengan adanya pabrik-pabrik baru ini, Nvidia berupaya memastikan pasokan chip AI yang stabil dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang terus berkembang pesat.
