Permintaan kredit untuk kendaraan baru menunjukkan tren penurunan. Situasi ini mengharuskan perusahaan multifinance untuk segera merumuskan dan menerapkan strategi bisnis baru demi menjaga keberlangsungan operasional dan pertumbuhan.
Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Hafid Hadju, mengungkapkan bahwa penurunan permintaan kredit kendaraan baru ini telah terdeteksi sejak beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, “Ada penurunan yang cukup signifikan, terutama di segmen kendaraan roda dua.” Menurutnya, faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro dan daya beli masyarakat menjadi kontributor utama tren negatif ini.
Menghadapi tantangan tersebut, Adira Finance tidak tinggal diam. Hafid Hadju memaparkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi adaptif. Salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan. “Kami tidak hanya terpaku pada satu jenis pembiayaan. Kami terus melakukan diversifikasi, seperti pembiayaan multiguna dan pembiayaan alat berat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adira Finance juga berupaya meningkatkan porsi pembiayaan di luar segmen kendaraan baru. Hal ini mencakup perluasan layanan untuk pembiayaan kendaraan bekas yang masih memiliki potensi pasar kuat. Selain itu, perusahaan juga fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi teknologi digital untuk menjangkau lebih banyak nasabah dan memberikan layanan yang lebih baik.
Hafid Hadju menekankan pentingnya inovasi dalam produk dan layanan. “Kami terus berinovasi agar bisa memberikan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Ini termasuk penyesuaian suku bunga dan tenor kredit agar lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Hafid. Ia juga menambahkan bahwa Adira Finance terus menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk produsen kendaraan dan dealer, untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang lebih kuat.
Meskipun mengakui adanya tantangan, Hafid Hadju tetap optimistis terhadap prospek bisnis multifinance di masa mendatang. Ia meyakini bahwa dengan strategi yang tepat dan adaptif, perusahaan dapat melewati periode sulit ini dan kembali tumbuh. “Kami yakin dengan strategi yang kami jalankan, kami bisa melewati tantangan ini dan terus memberikan kontribusi positif bagi industri keuangan di Indonesia,” tutupnya.
