Kolombia secara resmi membuka kembali hubungan diplomatik dengan Israel pada hari Selasa, 16 April 2024. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Kolombia, setelah dua tahun sebelumnya memutuskan hubungan dengan negara Timur Tengah tersebut.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengumumkan pemulihan hubungan ini melalui sebuah pernyataan di platform media sosial X. Langkah ini diambil setelah pemerintahan sebelumnya, di bawah kepemimpinan Iván Duque, memutuskan hubungan diplomatik pada Februari 2022. Keputusan pemutusan hubungan itu sendiri merupakan respons terhadap tuduhan genosida yang dilontarkan terhadap Israel terkait konflik di Gaza.
Presiden Petro menyatakan bahwa Kolombia akan membuka kembali kedutaannya di Israel. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang, mengingat situasi yang kompleks di Timur Tengah. “Kami membuka kembali kedutaan kami di Israel,” tulis Presiden Petro di X. Ia menambahkan bahwa “pemerintah Kolombia sebelumnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel dua tahun lalu, karena tuduhan genosida di Gaza.”
Keputusan pemutusan hubungan diplomatik oleh pemerintahan Duque pada Februari 2022 itu sendiri merupakan sebuah langkah yang tidak biasa. Saat itu, Kolombia mengecam keras tindakan Israel di Palestina. “Pemerintah Kolombia mengutuk keras tindakan militer yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Kolombia saat itu.
Langkah rekonsiliasi ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas dan strategi diplomasi di bawah kepemimpinan Presiden Petro. Pemulihan hubungan diplomatik ini diharapkan dapat membuka kembali jalur komunikasi dan kerja sama antara kedua negara, meskipun latar belakang pemutusan hubungan sebelumnya masih menjadi catatan penting.
