Tim Nasional Indonesia dipastikan tersingkir dari ajang Piala AFF 2026 pada fase grup. Kepastian ini menjadi pukulan telak bagi pelatih kepala timnas, John Herdman, yang diharapkan mampu membawa garuda muda melangkah lebih jauh di kompetisi regional tersebut. Kegagalan ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai strategi dan performa tim di bawah kepemimpinannya.
Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Setelah serangkaian pertandingan yang penuh tekanan, skuad Garuda gagal mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Hasil ini sontak menjadi sorotan tajam, terutama mengingat ekspektasi tinggi yang disematkan pada pelatih asal Kanada tersebut.
John Herdman, yang mulai menukangi Timnas Indonesia pada awal tahun 2026, membawa misi besar untuk meningkatkan kualitas permainan timnas. Ia dikenal dengan pendekatan taktisnya yang inovatif dan kemampuannya dalam membangkitkan semangat juang para pemain. Namun, di Piala AFF kali ini, strategi tersebut belum mampu membuahkan hasil yang diharapkan.
Meski demikian, tidak sedikit pihak yang masih memberikan dukungan kepada John Herdman. Salah satu suara yang muncul adalah dari pengamat sepak bola, Bima Sakti. Ia menyatakan, “Kekalahan ini memang mengecewakan, tapi kita harus ingat bahwa ini adalah proses. Masih banyak waktu bagi John Herdman untuk mengevaluasi dan memperbaiki tim.” Bima Sakti menambahkan bahwa kegagalan di satu turnamen tidak seharusnya mengaburkan potensi jangka panjang yang dimiliki timnas di bawah asuhan Herdman.
Lebih lanjut, Bima Sakti mengingatkan bahwa Piala AFF 2026 hanyalah salah satu dari sekian banyak agenda penting yang dihadapi Timnas Indonesia. Ia menekankan pentingnya fokus pada kualifikasi Piala Dunia 2027 mendatang. “Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mempersiapkan tim agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Pengalaman di Piala AFF ini seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk itu,” pungkasnya.
Kepulangan Timnas Indonesia lebih awal dari Piala AFF 2026 menjadi momen refleksi bagi seluruh stakeholder sepak bola nasional. Evaluasi mendalam terhadap performa tim, strategi pelatih, serta kesiapan pemain akan menjadi agenda utama dalam beberapa waktu ke depan. Harapannya, kegagalan ini dapat dijadikan batu loncatan untuk bangkit dan meraih prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang, terutama dalam menghadapi target-target besar seperti kualifikasi Piala Dunia.
