Musim MotoGP 2026 akan kembali bergulir akhir pekan ini dengan gelaran British Grand Prix di Sirkuit Silverstone. Aprilia menunjukkan performa impresif sejak awal, yang berpotensi menentukan kelanjutan atau berakhirnya statistik unik kemenangan di sirkuit legendaris ini.
Performa gemilang Aprilia terlihat jelas saat Marco Bezzecchi, yang baru saja pulih dari cedera, berhasil memecahkan rekor lap di Silverstone. Tidak hanya Bezzecchi, rekan-rekan setimnya di Aprilia juga menunjukkan konsistensi luar biasa dengan menempatkan diri di posisi lima besar.
Analisis mendalam terhadap data lap menunjukkan bahwa Aprilia kini memegang peran krusial dalam menentukan statistik kemenangan Silverstone. Sejak tahun 2012, belum ada pabrikan yang berhasil memenangkan balapan MotoGP di Silverstone sebanyak tiga kali berturut-turut. Namun, rekor ini terancam oleh dominasi Aprilia.
Tim pabrikan asal Italia ini telah meraih kemenangan di Silverstone pada musim 2024 melalui Aleix Espargaro dan kembali pada musim 2025 berkat performa gemilang Maverick Viñales. Jika salah satu pebalap Aprilia kembali naik podium tertinggi pada gelaran British Grand Prix 2026, maka rekor unik tersebut akan patah. Sebaliknya, jika pabrikan lain yang berhasil memenangkan balapan, maka statistik tersebut akan berlanjut.
Performa Aprilia yang konsisten di Silverstone dalam dua musim terakhir menjadi indikator kuat bahwa mereka memiliki potensi besar untuk meraih kemenangan ketiga kalinya secara beruntun. Dengan Marco Bezzecchi yang kembali tampil memukau dan para pebalap Aprilia lainnya yang berada di jajaran teratas, persaingan di Silverstone diprediksi akan semakin sengit. Nasib statistik unik kemenangan Silverstone kini benar-benar berada di tangan Aprilia.
