Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunjukkan kemarahan terkait bocornya informasi mengenai stok amunisi negara tersebut. Ia membantah keras klaim yang menyebutkan bahwa Washington mengalami kekurangan pasokan amunisi akibat perang melawan Iran.
Kabar mengenai kekhawatiran stok amunisi ini pertama kali mencuat melalui laporan The Wall Street Journal. Laporan tersebut mengindikasikan adanya penipisan persediaan amunisi AS, yang dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan akibat tensi dengan Iran.
Menanggapi isu ini, Trump melalui akun media sosialnya, Twitter, pada Selasa (14/5/2019) waktu setempat, melontarkan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa pasokan amunisi AS sangatlah banyak dan tidak mengalami penipisan.
“The Wall Street Journal melaporkan bahwa pasokan amunisi kami menipis karena kami tidak mengirimkan amunisi kepada Iran. Itu bohong!” tegas Trump dalam cuitannya. Ia menambahkan, “Kami memiliki banyak amunisi, jauh lebih banyak dari yang pernah ada sebelumnya.”
Trump juga mengklaim bahwa kebocoran informasi ini merupakan tindakan yang disengaja oleh pihak-pihak tertentu yang ingin merusak citranya. Ia menyebutkan bahwa ada kelompok yang berusaha membuatnya terlihat buruk, namun ia tidak merinci siapa kelompok tersebut.
“Ada orang-orang yang ingin membuat saya terlihat buruk, dan mereka membocorkan informasi palsu,” ujar Trump, seperti dikutip dari pernyataan resminya. Ia menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat memiliki stok amunisi yang melimpah.
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang pejabat pertahanan AS yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi adanya penipisan stok amunisi. Pejabat tersebut bahkan mengaitkan penipisan ini dengan kebutuhan untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah, termasuk potensi konflik dengan Iran.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa penipisan ini dapat mengganggu kemampuan AS untuk merespons krisis di masa depan. Namun, Trump secara eksplisit menepis semua klaim tersebut, menekankan bahwa AS dalam posisi yang kuat terkait pasokan amunisi.
