Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melancarkan serangan verbal terhadap Abdul El-Sayed, seorang kandidat Senat dari Partai Demokrat di Michigan yang beragama Islam. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu (5/8), menyoroti latar belakang El-Sayed yang merupakan seorang Muslim.
Dalam serangannya, Trump secara lugas menyebut El-Sayed sebagai sosok yang “penuh omong kosong.” Trump melanjutkan kritiknya dengan mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang dia katakan. Dia tidak tahu apa yang dia katakan.” Pernyataan ini dilontarkan Trump saat acara kampanye di Michigan, yang menjadi arena perebutan suara bagi El-Sayed dalam pemilihan Senat.
El-Sayed sendiri merupakan seorang dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat di Detroit. Ia telah secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai seorang Muslim dan menjadi salah satu kandidat yang mewakili gelombang baru politisi dari kalangan minoritas di Amerika Serikat. Kampanyenya berfokus pada isu-isu seperti layanan kesehatan universal dan mengatasi kesenjangan ekonomi.
Serangan Trump terhadap El-Sayed bukan kali pertama terjadi. Presiden AS tersebut kerap kali menggunakan retorika yang menargetkan politisi dari kalangan minoritas, termasuk mereka yang beragama Islam. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi polarisasi politik dan dampaknya terhadap iklim demokrasi di Amerika Serikat.
Menanggapi serangan tersebut, tim kampanye El-Sayed belum memberikan komentar resmi. Namun, para pendukung El-Sayed diperkirakan akan melihat serangan ini sebagai upaya untuk mendiskreditkan kandidat mereka berdasarkan identitas agama, bukan berdasarkan platform atau rekam jejaknya. El-Sayed sendiri sebelumnya telah berulang kali menekankan pentingnya persatuan dan inklusivitas dalam kampanyenya.
