Kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah pangkalan militer di provinsi Marib dan Hadramawt, Yaman Tengah. Serangan yang terjadi pada hari Rabu, 19 Juni 2024, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 30 personel tentara pemerintah Yaman.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Houthi, serangan tersebut ditujukan pada “penumpukan militer Saudi” di kedua provinsi tersebut. Kelompok ini mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas agresi yang terus berlanjut oleh koalisi pimpinan Saudi.
Sementara itu, pihak pemerintah Yaman belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun detail serangan tersebut. Namun, sumber-sumber lokal yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya peningkatan intensitas serangan di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Provinsi Marib telah menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi dan milisi Houthi selama bertahun-tahun. Wilayah ini memiliki signifikansi strategis karena merupakan pusat produksi minyak dan gas Yaman.
Serangan terbaru ini menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Yaman, yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Upaya perdamaian yang dimediasi oleh PBB sejauh ini belum membuahkan hasil yang signifikan.
Seorang pejabat keamanan Yaman yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters, “Kami sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai insiden ini. Prioritas kami saat ini adalah mengamankan wilayah dan memberikan perawatan medis bagi yang terluka.” Ia juga menambahkan bahwa penyelidikan atas serangan tersebut sedang dilakukan.
Kementerian Luar Negeri Yaman dalam sebuah pernyataan terpisah mengutuk serangan tersebut dan meminta komunitas internasional untuk menekan Houthi agar menghentikan agresi mereka. “Tindakan barbar ini tidak akan menghalangi kami dari perjuangan untuk membebaskan seluruh tanah Yaman dari cengkeraman Houthi,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Yaman.
