Héctor Bellerín, mantan bek kanan Arsenal, berbagi pengalaman emosionalnya setelah meninggalkan klub yang telah lama dibelanya. Keputusan untuk berpisah dengan Emirates Stadium diakui sebagai momen yang menakutkan dan menyakitkan, namun ia juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat Arsenal akhirnya mengakhiri puasa gelar liga mereka.
Dalam sebuah wawancara, Bellerín mengenang momen penting di awal kariernya saat masih berusia 18 atau 19 tahun. Mikel Arteta, yang kini menjadi pelatih Arsenal, mengundangnya untuk sebuah pertemuan. Alih-alih sekadar makan siang atau malam, Arteta justru mengajak Bellerín bertemu dengan penasihat keuangan. “Ketika saya tiba sore itu, dia duduk bersama penasihat keuangan dan mereka mulai bertanya: ‘Berapa banyak yang kamu habiskan untuk ini?’ ‘Berapa banyak yang kamu habiskan untuk itu?’ Saya masih muda, saya baru mulai menghasilkan uang dan membelanjakannya: untuk pakaian, mobil, hal-hal yang kita semua lakukan ketika kita tidak benar-benar sadar,” ungkap Bellerín.
Pengalaman tersebut, meskipun awalnya membuatnya merasa malu karena pengeluaran yang dianggapnya berlebihan, justru memberikan pelajaran berharga tentang kerendahan hati dan rasa kasih. Bellerín menambahkan, “Mikel adalah pemain pertama yang menunjukkan kepada saya bahwa saya penting baginya, bahwa saya berarti. Dia menunjukkan kepedulian yang nyata, jika bukan melalui pelukan.” Pelajaran yang diberikan Arteta tentang pentingnya menjaga rekan satu tim menjadi warisan yang berusaha Bellerín teruskan kepada pemain muda lainnya.
Bellerín juga menyatakan kebahagiaannya atas kesuksesan Arsenal di bawah asuhan Arteta, terutama setelah klub mengakhiri penantian gelar juara liga yang telah berlangsung lama. Ia melihat perkembangan positif yang ditunjukkan klub sejak kepergiannya dan merasa bangga menjadi bagian dari sejarah Arsenal, meskipun kini ia telah melanjutkan perjalanannya di klub lain.
