Dinas Kesehatan OKU Gencar Sebar Abate Gratis untuk Jegal Lonjakan Kasus Demam Berdarah

Wibowo

Ogan Komering Ulu – Upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kali ini, instansi kesehatan tersebut membagikan bubuk abate secara gratis kepada masyarakat sebagai langkah strategis menekan angka kasus yang tergolong tinggi. Pendistribusian ini diharapkan mampu memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, memaparkan bahwa data kasus DBD di wilayahnya menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 175 kasus yang ditangani oleh pihaknya. Tren ini berlanjut hingga awal tahun 2026, di mana periode Januari hingga saat ini mencatat 20 kasus DBD. Meskipun demikian, Andi Prapto bersyukur karena hingga kini belum ada laporan kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk tersebut.

"Kami terus berupaya keras untuk menekan angka penyebaran DBD. Salah satu langkah konkret yang kami lakukan adalah dengan membagikan bubuk abate ini secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat," ujar Andi Prapto pada Minggu (21/6). Bubuk abate yang didistribusikan ini telah tersedia di seluruh 18 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di Kabupaten OKU, memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkannya.

Efektivitas bubuk abate dalam memberantas larva nyamuk demam berdarah telah teruji. Kandungan utamanya, temefos, merupakan insektisida yang bekerja efektif mengendalikan populasi nyamuk dengan cara menghambat perkembangan larva. Dengan mempersingkat siklus hidup larva, potensi nyamuk dewasa yang mampu menularkan virus dengue dapat diminimalisir secara signifikan. Keamanan penggunaan temefos pun telah terjamin, tidak menimbulkan pencemaran lingkungan serta aman bagi manusia dan hewan di sekitarnya.

Cara pengaplikasian bubuk abate tergolong sederhana. Masyarakat diimbau untuk mencampurkan bubuk tersebut ke dalam wadah penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Area yang dimaksud meliputi bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung, hingga kolam ikan kecil. Ketika bubuk abate dilarutkan dalam air, zat kimia ini akan bekerja membunuh larva nyamuk yang baru menetas. Lebih lanjut, abate juga mencegah larva untuk bermetamorfosis menjadi nyamuk dewasa yang siap menyebarkan penyakit.

"Kami mengajak seluruh masyarakat yang membutuhkan bubuk abate untuk tidak ragu mendatangi Puskesmas terdekat. Ketersediaan kami cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam upaya pencegahan ini," tambahnya.

Selain mengandalkan penggunaan abate, Dinas Kesehatan OKU juga tak henti-hentinya mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, khususnya melalui Gerakan 3M. Gerakan ini meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Metode 3M Plus, yang mencakup penggunaan kelambu, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga mengaktifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), tetap menjadi cara yang paling ampuh dan berkelanjutan untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman DBD.

Penyakit demam berdarah dengue memang menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten OKU. Nyamuk Aedes aegypti yang aktif menggigit pada pagi dan sore hari, serta cenderung berkembang biak di lingkungan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, menjadikan pencegahan yang bersifat promotif dan preventif sangat krusial. Tingginya kasus yang dilaporkan di OKU menjadi refleksi perlunya kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Program distribusi bubuk abate ini merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan publik yang dilakukan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memberikan alat bantu yang efektif kepada masyarakat dalam memberantas nyamuk di lingkungan rumah tangga. Namun, efektivitas program ini sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menggunakannya secara benar dan rutin.

Andi Prapto juga menekankan bahwa pemantauan dan evaluasi berkala terhadap cakupan distribusi dan penggunaan abate akan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai harapan dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan. Kolaborasi dengan kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen terkait lainnya juga menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk secara menyeluruh.

Penyebaran kasus DBD memang kerap mengalami peningkatan pada musim-musim tertentu, terutama saat curah hujan tinggi yang menciptakan banyak genangan air. Oleh karena itu, tindakan pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, bukan hanya saat terjadi lonjakan kasus. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, diharapkan Kabupaten OKU dapat terbebas dari ancaman penyakit demam berdarah dengue.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All