Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
DUNIA

Gelombang Panas Ekstrem Landa Korea Selatan, Catat Suhu Tertinggi 42.5 Derajat Celsius

Oleh Rini Widiyarti August 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Korea Selatan tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor. Suhu udara di sejumlah wilayah dilaporkan melonjak drastis, bahkan mencapai titik tertinggi sejak pencatatan dimulai, yakni 42.5 derajat Celsius. Fenomena cuaca mengerikan ini dilaporkan telah merenggut nyawa setidaknya 19 orang.

Gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya ini telah melumpuhkan berbagai aktivitas di seluruh negeri. Panas terik yang menyengat membuat warga kesulitan beraktivitas di luar ruangan, sementara infrastruktur dan sektor pertanian juga merasakan dampaknya.

Pusat Meteorologi Korea (KMA) melaporkan bahwa suhu udara di beberapa daerah telah melampaui batas normal secara signifikan. Puncak suhu mencapai 42.5 derajat Celsius di salah satu wilayah, menandai rekor baru dalam sejarah pengukuran suhu di Korea Selatan. Angka ini jauh melampaui rekor sebelumnya dan menunjukkan tingkat keparahan fenomena alam yang sedang terjadi.

Dampak paling tragis dari gelombang panas ini adalah meningkatnya jumlah korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, tercatat setidaknya 19 orang meninggal dunia yang diduga kuat terkait dengan paparan panas ekstrem. Sebagian besar korban adalah lansia atau individu dengan kondisi kesehatan rentan yang tidak mampu bertahan menghadapi suhu udara yang sangat tinggi.

Pihak berwenang Korea Selatan telah mengeluarkan peringatan kesehatan dan meminta masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Imbauan untuk tetap berada di dalam ruangan, minum air yang cukup, dan menghindari aktivitas fisik berat di bawah terik matahari terus digalakkan. Fasilitas umum seperti pusat pendingin ruangan dibuka untuk memberikan tempat berlindung bagi warga yang membutuhkan.

Gelombang panas ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi korban jiwa yang lebih banyak dan kerusakan lebih luas. Pemerintah terus memantau situasi dan berupaya keras untuk meminimalkan dampak negatif dari anomali cuaca ekstrem ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp