PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan rencana investasi monumental senilai Rp72 triliun demi pengembangan proyek tambang baru. Langkah strategis ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperluas jejak operasionalnya di sektor pertambangan Indonesia.
Investasi jumbo tersebut akan difokuskan pada sejumlah proyek ekspansi yang signifikan. Salah satu yang utama adalah pembangunan Smelter New Port di Gresik, Jawa Timur. Proyek ini menjadi krusial dalam mendukung hilirisasi industri pertambangan nasional, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
“Pembangunan smelter ini kami targetkan selesai pada bulan Mei tahun 2024,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam keterangan persnya pada Senin, 24 Oktober 2022. Target ini menunjukkan keseriusan PTFI dalam memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk mineral di dalam negeri.
Lebih lanjut, Tony Wenas menjelaskan bahwa selain smelter, investasi ini juga akan dialokasikan untuk pengembangan tambang bawah tanah (underground mining) di Grasberg, Papua. Proyek tambang bawah tanah ini merupakan kelanjutan dari operasi tambang terbuka yang telah berjalan, dengan tujuan untuk mengeksploitasi cadangan mineral yang lebih dalam dan berharga.
“Proyek tambang bawah tanah itu kami targetkan bisa menghasilkan satu juta 300 ribu ton per tahun,” tambah Tony Wenas. Angka produksi yang diproyeksikan ini mengindikasikan potensi besar dari tambang bawah tanah tersebut, yang diharapkan dapat menopang produksi PTFI dalam jangka panjang.
Pengembangan proyek-proyek baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PTFI untuk memastikan keberlanjutan operasionalnya dan memaksimalkan potensi sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia. Investasi yang digelontorkan tidak hanya akan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional serta nasional.
PTFI menyadari pentingnya pembangunan smelter sebagai upaya untuk menghentikan ekspor konsentrat mentah dan mengolahnya menjadi produk bernilai lebih tinggi di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan hilirisasi industri yang kuat dan mandiri.
Dengan investasi sebesar Rp72 triliun, PT Freeport Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri pertambangan Indonesia yang terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi bangsa.
