Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,69% pada penutupan sesi pertama perdagangan, didorong oleh sentimen positif baik dari pasar domestik maupun global. Meskipun demikian, geliat pasar ini diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing, dengan total mencapai Rp65,81 miliar.
Dalam perdagangan sesi I, beberapa saham menjadi perhatian utama investor asing yang melakukan divestasi. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat sebagai salah satu saham yang paling banyak dilepas. Selain itu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga turut menjadi sasaran aksi jual oleh para pelaku pasar asing.
Manajer Investasi PT Sucor Sekuritas, Zulfan Zulfikar, memberikan pandangannya terkait pergerakan pasar. Menurutnya, penguatan IHSG di tengah aksi jual asing ini menunjukkan adanya daya beli domestik yang cukup kuat. “Investor asing masih melakukan net sell, namun pasar kita masih tetap hijau. Ini menunjukkan ada demand dari domestik yang cukup kuat,” ujar Zulfan.
Lebih lanjut, Zulfan menjelaskan bahwa sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan IHSG datang dari berbagai arah. Di sisi domestik, sentimen positif tersebut berasal dari kebijakan pemerintah yang dinilai kondusif bagi pasar modal. Sementara dari sisi global, adanya kebijakan moneter yang akomodatif dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) turut memberikan dorongan.
“Sentimen positif dari domestik dan global ini yang membuat pasar kita tetap positif, walaupun asing masih melakukan net sell,” imbuhnya.
Berdasarkan data transaksi pada sesi I, selain TLKM dan TPIA, saham lain yang turut mengalami net sell dari investor asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp21,3 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp11,7 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp10,9 miliar.
Sementara itu, saham-saham yang paling banyak diborong oleh investor asing pada sesi I meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp122,3 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp72,2 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp42,5 miliar.
