Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, menyatakan kebanggaannya atas sikap Wales yang menjadi negara pertama di Britania Raya yang menarik dukungan mereka terhadap Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Keputusan ini diambil menyusul dugaan pelanggaran kode etik FIFA oleh Infantino.
McAllister mengungkapkan rasa bangganya dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Senin, 25 Maret 2024. Ia menekankan bahwa Wales telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip integritas dalam sepak bola. Sikap Wales ini menjadi preseden bagi negara-negara lain yang mungkin memiliki kekhawatiran serupa.
Penarikan dukungan ini terjadi setelah laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik oleh Infantino mencuat. Meskipun detail spesifik mengenai dugaan tersebut belum sepenuhnya diungkapkan kepada publik, keputusan Wales mencerminkan kekhawatiran yang mendalam mengenai kepemimpinan di organisasi sepak bola dunia.
McAllister menambahkan, “Saya bangga Wales adalah negara asal pertama yang menarik dukungan kami.” Pernyataannya menggarisbawahi bahwa Wales tidak ragu untuk mengambil posisi yang mereka yakini benar, terlepas dari posisinya dalam hierarki sepak bola internasional. Keputusan ini secara implisit menyoroti pentingnya akuntabilitas bagi para pemimpin olahraga.
Meskipun Wales menjadi yang pertama, belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah negara-negara lain akan mengikuti langkah serupa. Namun, sikap Wales ini berpotensi memicu diskusi lebih luas di antara federasi sepak bola anggota UEFA dan FIFA mengenai tata kelola serta etika kepemimpinan.
