Hujan deras yang mengguyur Sri Lanka selama dua hari berturut-turut telah memicu bencana banjir dan tanah longsor di wilayah perkebunan teh. Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tragis ini, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Kejadian ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda negara tersebut. Pihak pemerintah telah menetapkan status siaga untuk mengantisipasi potensi bencana susulan dan memobilisasi upaya evakuasi warga yang terdampak.
Banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan meluas di beberapa daerah yang terkenal dengan perkebunan tehnya. Material longsoran menimpa pemukiman warga dan infrastruktur, memperparah situasi darurat. Tim penyelamat dikerahkan untuk melakukan pencarian korban dan memberikan bantuan kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Sri Lanka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang terkait evakuasi dan langkah-langkah pencegahan bencana. Koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.
Data awal menunjukkan bahwa tidak hanya korban jiwa, namun kerugian material akibat banjir dan longsor ini diperkirakan cukup signifikan. Pemerintah berjanji akan segera melakukan pendataan lebih lanjut untuk menaksir besaran kerugian dan merencanakan program pemulihan pasca-bencana.
