Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
BERITA

Operator KMP Mutiara Sentosa II Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf Pasca Insiden Kebakaran di Sumenep

Oleh Emanuel August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Tragedi kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep, Jawa Timur, telah merenggut lima nyawa. Operator kapal tersebut, PT Atosim Kirana Megah, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden yang terjadi pada Selasa (4/6/2024) tersebut. Perusahaan juga menyatakan duka cita atas hilangnya nyawa penumpang.

Insiden nahas ini bermula ketika KMP Mutiara Sentosa II yang berlayar dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju Pelabuhan Jangkar, Sumenep, mengalami kebakaran hebat. Api pertama kali terlihat muncul dari bagian ruang mesin kapal sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran di darat dan laut segera dikerahkan untuk memadamkan api, namun kondisi kapal yang sudah terbakar parah menyulitkan upaya tersebut.

Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan kendaraan ini akhirnya berhasil merapat ke dermaga di dekat Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan anak buah kapal. Dari data awal, tercatat lima orang meninggal dunia akibat musibah ini.

Menyikapi kejadian ini, pihak PT Atosim Kirana Megah, melalui Manager PT Atosim Kirana Megah Cabang Sumenep, Achmad Syaifudin, menyatakan pihaknya bertanggung jawab penuh. “Kami dari PT Atosim Kirana Megah selaku operator KMP Mutiara Sentosa II, pada hari ini kami atas nama perusahaan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia dan yang mengalami luka-luka,” ujar Achmad Syaifudin.

Pihak operator juga berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga korban. “Kami akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia, kami juga akan mengobati bagi yang luka-luka,” tambahnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab perusahaan atas musibah yang terjadi.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di ruang mesin kapal. Tim investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dilaporkan telah tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap bangkai kapal dan mencari tahu akar permasalahan insiden tragis ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp