Penjualan mobil segmen Low Cost Green Car (LCGC) menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Data semester pertama tahun 2026 mencatat angka penjualan yang menyusut hingga 18,4%, sebuah indikasi perlambatan yang terus berlanjut di segmen yang sebelumnya digemari ini.
Menyikapi kondisi tersebut, PT Toyota Astra Motor (TAM) angkat bicara mengenai faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab utama merosotnya penjualan LCGC. Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandi, memaparkan tiga poin krusial yang perlu menjadi perhatian.
Salah satu faktor utama yang diungkapkan adalah pergeseran preferensi konsumen. Anton Jimmi Suwandi menjelaskan, “Sekarang ini tren pasar memang sedang bergeser, konsumen sekarang lebih suka membeli mobil yang agak di atas LCGC, seperti misalnya segmen Low MPV.” Perubahan selera pasar ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap kendaraan yang menawarkan fitur lebih lengkap atau kapasitas yang lebih besar, meskipun dengan harga yang sedikit lebih tinggi.
Selain itu, ketersediaan pilihan model di segmen LCGC juga menjadi sorotan. Anton Jimmi Suwandi menambahkan, “Pilihan model di segmen LCGC ini kan memang masih sedikit, jadi kalau dibandingkan dengan segmen yang lain, memang lebih banyak pilihan di segmen yang lain.” Minimnya varian baru atau pembaruan model yang signifikan di segmen LCGC dibandingkan dengan segmen lain yang terus berinovasi, diduga turut membuat konsumen beralih.
Faktor ketiga yang diidentifikasi adalah daya tarik mobil bekas. Anton Jimmi Suwandi mengemukakan, “Mobil bekasnya juga lumayan banyak, jadi memang ada alternatif lain buat konsumen yang mau beli mobil.” Pasar mobil bekas yang menawarkan harga lebih terjangkau, ditambah dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan bekas berkualitas, menjadi alternatif yang menarik bagi sebagian konsumen yang sebelumnya mempertimbangkan LCGC baru.
Dengan demikian, kombinasi dari pergeseran selera konsumen ke segmen yang lebih tinggi, keterbatasan pilihan model LCGC, serta ketersediaan opsi mobil bekas yang menarik, menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen di segmen LCGC untuk kembali mendongkrak penjualannya.
