Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
BERITA

IHSG Menguat di Pembukaan, Rupiah Justru Tertekan Menjelang Rp 18.000 per Dolar AS

Oleh Emanuel August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa, 23 Januari 2024, menunjukkan tren positif dengan menguat. Namun, di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) justru mengalami pelemahan signifikan, mendekati level psikologis Rp 18.000 per USD.

Kondisi pasar keuangan domestik yang dinamis ini terjadi di tengah berbagai sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan aset. Penguatan IHSG di awal sesi perdagangan memberikan sinyal optimisme terhadap prospek saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara itu, pelemahan Rupiah menjadi perhatian serius. Data menunjukkan bahwa mata uang Garuda tersebut diperdagangkan di kisaran yang menekan, mengindikasikan adanya permintaan yang tinggi terhadap Dolar AS di pasar valuta asing. Pelemahan ini dapat berdampak pada biaya impor dan inflasi di dalam negeri.

Analis pasar, Lukman L. Hakim, dalam keterangannya kepada media, menyoroti bahwa pergerakan IHSG yang menguat di awal perdagangan ini didorong oleh beberapa faktor. “Ada sentimen positif dari beberapa sektor yang tampaknya sedang diminati investor,” ujar Lukman, tanpa merinci sektor-sektor tersebut.

Namun, di saat yang sama, tekanan terhadap Rupiah terus berlanjut. Level Rp 18.000 per USD menjadi angka yang diwaspadai oleh pelaku pasar. “Mata uang kita memang sedang menghadapi tantangan. Perlu dicermati faktor-faktor eksternal yang memengaruhi,” tambah Lukman.

Perdagangan Rupiah pada Selasa pagi tercatat berada di level yang melemah, dengan beberapa sumber menyebutkan angka yang mendekati atau bahkan menyentuh Rp 18.000 per USD. Angka ini menunjukkan pelemahan yang cukup dalam dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Meskipun IHSG dibuka dengan kenaikan, pelemahan Rupiah yang tajam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi investor, terutama yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing atau bergantung pada impor. Stabilitas nilai tukar merupakan salah satu indikator penting kesehatan ekonomi suatu negara.

Para pelaku pasar kini menantikan perkembangan lebih lanjut, baik dari sisi ekonomi domestik maupun global, untuk melihat arah pergerakan IHSG dan Rupiah selanjutnya. Kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia serta data ekonomi dari negara-negara maju diperkirakan akan terus memberikan pengaruh.

Bagikan: Facebook X WhatsApp