Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan kasus cyclosporiasis, infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis. Wabah ini telah merenggut nyawa dua orang di Michigan dan memicu kekhawatiran publik. Investigasi awal mengarah pada produk selada yang dipasok oleh Taylor Farms sebagai sumber penularan utama.
Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa setidaknya 103 orang terinfeksi di Michigan sejak awal Mei 2024. Gejala yang dialami penderita meliputi diare, kehilangan nafsu makan, kram perut, mual, dan kelelahan. Sebagian besar kasus terjadi di wilayah metropolitan Detroit.
Penyelidikan yang dilakukan oleh Michigan Department of Health and Human Services (MDHHS) dan US Food and Drug Administration (FDA) menunjukkan adanya korelasi kuat antara kasus-kasus cyclosporiasis dengan konsumsi produk selada yang didistribusikan oleh Taco Bell. Perusahaan restoran cepat saji tersebut mengonfirmasi telah menarik produk selada yang diduga terkontaminasi dari restoran mereka di Michigan.
Dr. Eden Wells, Kepala Petugas Medis MDHHS, menyatakan, “Kami sangat prihatin dengan peningkatan kasus ini dan kematian yang terjadi. Kami bekerja sama dengan mitra federal dan lokal untuk mengidentifikasi sumber pasti kontaminasi dan mencegah penyebaran lebih lanjut.” Ia menambahkan bahwa investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh rantai pasokan telah diamankan.
Taylor Farms, sebagai pemasok selada, telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan komitmen mereka terhadap keamanan pangan. “Kami mengambil masalah ini dengan sangat serius dan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk menyelidiki asal-usul kontaminasi ini,” ujar juru bicara perusahaan. Mereka juga menegaskan bahwa semua produk yang dikirim ke Taco Bell telah diuji untuk memastikan memenuhi standar keamanan.
Cyclosporiasis adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Parasit Cyclospora dapat bertahan hidup di lingkungan yang lembab dan hangat. Gejala biasanya muncul beberapa hari hingga seminggu setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat diobati dengan antibiotik.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan gejala yang dialami kepada tenaga medis. Selain itu, penting untuk selalu mencuci tangan dengan bersih, terutama setelah dari toilet dan sebelum menyiapkan atau mengonsumsi makanan. Kebersihan yang baik merupakan langkah preventif krusial dalam mencegah penyebaran penyakit bawaan makanan.
