Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
BERITA

Bunga Pinjaman Bulog Turun Jadi 3%, Hemat Anggaran Rp1,07 Triliun per Tahun

Oleh Emanuel August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perum Bulog dipastikan akan merasakan keringanan bunga pinjaman yang signifikan mulai tahun 2026. Dengan penurunan suku bunga menjadi 3%, badan usaha milik negara ini diperkirakan mampu menghemat beban bunga pinjaman hingga Rp1,07 triliun setiap tahunnya. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan Bulog dalam menjalankan mandatnya.

Keputusan penurunan bunga pinjaman ini merupakan hasil dari progres yang dicapai Bulog dalam pengelolaan keuangan dan operasionalnya. Sebelumnya, Bulog telah berhasil menurunkan bunga pinjaman dari 11,5% menjadi 9% pada tahun 2020. Kemudian, berlanjut ke 7% di tahun 2023, dan kini akan mencapai titik terendah 3% di tahun 2026.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan apresiasinya atas capaian Bulog. “Alhamdulillah, ini (penurunan bunga pinjaman menjadi 3% di 2026) adalah buah dari kerja keras Bulog dalam perbaikan tata kelola dan kinerja keuangan yang terus membaik,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya.

Erick Thohir menambahkan bahwa penurunan bunga pinjaman ini akan berdampak langsung pada efisiensi anggaran Bulog. “Dengan bunga pinjaman yang turun menjadi 3%, Bulog akan menghemat lebih dari Rp1 triliun per tahun. Ini adalah penghematan yang sangat besar dan akan sangat membantu Bulog dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erick Thohir menekankan bahwa penghematan anggaran ini akan dialokasikan untuk memperkuat stok pangan nasional. “Dana yang dihemat ini tentu akan kita arahkan untuk penguatan stok pangan nasional, sehingga ketahanan pangan kita semakin baik dan masyarakat terjamin ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, juga telah memberikan sinyal positif terkait rencana penurunan bunga pinjaman ini. Ia menyatakan bahwa Bulog terus berupaya melakukan perbaikan internal untuk mencapai predikat perusahaan yang sehat. “Kami terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan, terutama dalam pengelolaan keuangan dan efisiensi operasional. Ini tentunya akan berdampak pada penurunan biaya-biaya, termasuk biaya bunga pinjaman,” kata Bayu Krisnamurthi.

Dengan penghematan anggaran yang signifikan ini, Bulog diharapkan dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya sebagai stabilisator harga pangan, penyedia stok pangan strategis, dan pelaksana program pemerintah di sektor pangan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp