Monday, 3 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Spekulasi Pengganti Infantino di Pucuk Pimpinan FIFA Menguat

Oleh Danu Ilham August 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino kian terasa. Di tengah berbagai sorotan, publik mulai bertanya-tanya mengenai potensi penggantinya apabila Infantino memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Masa depan kepemimpinan di badan sepak bola dunia ini menjadi topik hangat yang memicu berbagai spekulasi.

Sejak menjabat pada 2016, Gianni Infantino telah menghadapi berbagai tantangan dan kritik. Meskipun belum ada indikasi kuat mengenai pengunduran dirinya, dinamika politik di dalam FIFA selalu membuka peluang pergantian kepemimpinan. Pertanyaan mengenai siapa yang berpotensi naik menggantikannya menjadi krusial bagi arah sepak bola global.

Salah satu nama yang kerap disebut dalam diskusi mengenai suksesi kepemimpinan FIFA adalah Presiden UEFA, Aleksander Čeferin. Pria asal Slovenia ini memiliki rekam jejak yang solid dalam memimpin salah satu konfederasi sepak bola terbesar di dunia. Kepemimpinannya di UEFA dianggap tegas dan mampu membawa organisasi tersebut meraih berbagai pencapaian, termasuk dalam hal komersialisasi dan pengembangan kompetisi.

Selain Čeferin, figur lain yang potensial adalah Presiden CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika), Patrice Motsepe. Sebagai seorang pengusaha sukses asal Afrika Selatan, Motsepe memiliki pengaruh yang signifikan di benua Afrika. Dukungan dari negara-negara Afrika bisa menjadi modal kuat baginya untuk bersaing memperebutkan kursi kepresidenan FIFA.

Nama-nama lain dari berbagai konfederasi juga mulai muncul dalam perbincangan. Presiden CONMEBOL (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan), Alejandro Domínguez, atau bahkan figur dari AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) bisa saja menjadi kandidat potensial. Namun, peta persaingan akan sangat bergantung pada manuver politik dan dukungan dari federasi-federasi anggota FIFA.

Perlu diingat, proses pemilihan presiden FIFA melibatkan voting dari 211 federasi anggota. Setiap federasi memiliki satu suara, sehingga kampanye dan lobi politik menjadi elemen penting dalam menentukan siapa yang akan memimpin FIFA di masa depan. Siapa pun penggantinya kelak, ia akan memikul tanggung jawab besar untuk memajukan sepak bola dunia secara adil dan transparan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp