Raja Maroko, Mohammed VI, telah mengirimkan surat yang mengonfirmasi keputusan penamaan sebuah jalan tol utama di negaranya untuk menghormati Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah ini menegaskan komitmen Maroko dalam memperkuat hubungan bilateral dengan AS, terutama dalam konteks isu sensitif terkait wilayah Sahara Barat.
Jalan tol yang dimaksud membentang hingga ke wilayah Sahara Barat. Wilayah ini merupakan teritori sengketa yang klaim kedaulatannya dipegang oleh Maroko. Keputusan penamaan ini menjadi simbol penting bagi Maroko dalam menunjukkan dukungannya terhadap kebijakan AS, yang sebelumnya telah mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat.
Surat dari Raja Mohammed VI tersebut dikirimkan kepada Duta Besar AS untuk Maroko, David Fischer, pada tanggal 10 Desember 2020. Dalam suratnya, Raja Maroko menyatakan bahwa penamaan jalan tol ini merupakan bentuk apresiasi atas langkah-langkah strategis yang diambil oleh Presiden Trump. Salah satu langkah krusial yang dimaksud adalah pengakuan AS terhadap kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, yang diumumkan pada 10 Desember 2020.
Pengakuan tersebut, yang diumumkan sehari sebelum surat penamaan jalan tol dikirimkan, merupakan sebuah manuver diplomatik yang signifikan. Duta Besar Fischer menyampaikan apresiasinya atas langkah Raja Mohammed VI. βPresiden Trump telah mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, dan saya menyampaikan apresiasi saya atas keputusan Yang Mulia Raja untuk menamai jalan tol yang menghubungkan Marrakesh dengan kota Dakhla, yang terletak di wilayah Sahara Barat, untuk menghormati Presiden Trump,β ujar Duta Besar Fischer, mengutip pernyataan dari Kedutaan Besar AS di Rabat.
Jalan tol yang baru saja diresmikan ini memiliki panjang sekitar 1.000 kilometer. Penamaan jalan tol ini bukan hanya sekadar penghargaan simbolis, tetapi juga mencerminkan hubungan yang semakin erat antara kedua negara di bawah kepemimpinan Trump. Langkah ini disambut positif oleh pemerintah Maroko sebagai penguatan hubungan strategis dan diplomatik.
