Monday, 3 August 2026
BREAKING
BERITA

Indonesia Catat Deflasi 0,14% di Juli 2026, BI Nilai Kestabilan Ekonomi Terjaga

Oleh Emanuel August 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14% secara bulanan pada Juli 2026. Kondisi ini, yang menandakan penurunan harga barang dan jasa secara umum, dinilai oleh Bank Indonesia (BI) sebagai indikasi kestabilan ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa meredanya tekanan inflasi menjadi faktor utama munculnya deflasi ini. Ia secara spesifik menyoroti penurunan harga pada komoditas pangan sebagai kontributor signifikan terhadap tren deflasi tersebut. “Perlambatan inflasi yang terjadi pada Juli 2026 ini memang menunjukkan ekonomi kita stabil,” ujar Perry Warjiyo dalam keterangan resminya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi bulanan sebesar 0,14% pada Juli 2026. Angka ini berbeda dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana Indonesia masih mencatatkan inflasi. Penurunan harga pangan, terutama komoditas seperti beras dan daging ayam, memberikan andil besar dalam pergeseran angka inflasi menjadi deflasi.

Perry Warjiyo menjelaskan lebih lanjut bahwa stabilitas harga yang tercapai pada Juli 2026 merupakan hasil dari berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Koordinasi yang erat antarlembaga, baik dalam menjaga pasokan maupun kelancaran distribusi, menjadi kunci keberhasilan ini. “Ini juga berkat kerja sama kita semua, baik pemerintah pusat maupun daerah, dalam menjaga pasokan dan kelancaran distribusi,” tambahnya.

Deflasi yang terjadi ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi daya beli masyarakat. Dengan menurunnya harga barang, masyarakat memiliki potensi untuk membeli lebih banyak barang dan jasa dengan jumlah uang yang sama. Namun, Bank Indonesia tetap akan terus memantau perkembangan ekonomi lebih lanjut untuk memastikan tren deflasi ini tidak berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Meskipun deflasi pada dasarnya merupakan sinyal positif terkait pengendalian harga, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai potensi dampak lain yang mungkin timbul. Pemantauan terhadap berbagai indikator ekonomi akan terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp