Monday, 3 August 2026
BREAKING
BERITA

Inflasi Tahunan Juli 2026 Tembus 2,88%, Makanan dan Transportasi Pemicu Utama

Oleh Emanuel August 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 mencapai 2,88 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan periode sebelumnya, dengan sektor makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi menjadi kontributor utama lonjakan harga.

Kepala BPS, M. Habib, menjelaskan bahwa inflasi bulanan (month-to-month) pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,47 persen. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan indeks harga konsumen (IHK) pada beberapa kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tahunan sebesar 5,43 persen. Komponen yang paling berkontribusi dalam kelompok ini adalah beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Selain itu, kelompok transportasi juga memberikan andil signifikan dengan inflasi tahunan mencapai 7,17 persen, yang sebagian besar dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara.

“Komponen yang paling dominan memberikan andil inflasi di Juli 2026 adalah beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras, serta tarif angkutan udara,” ujar M. Habib dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/8/2026).

Lebih lanjut, BPS mencatat bahwa ada beberapa komoditas lain yang juga memberikan tekanan inflasi, salah satunya adalah emas perhiasan. Kenaikan harga emas perhiasan turut menyumbang terhadap angka inflasi tahunan.

Secara rinci, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan sebesar 1,48 persen. Kelompok transportasi menyumbang 0,77 persen, sementara kelompok penyediaan akomodasi dan makan minum menyumbang 0,19 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,18 persen.

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan deflasi pada Juli 2026 antara lain adalah cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng. Penurunan harga ini sedikit meredam laju inflasi secara keseluruhan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp