Monday, 3 August 2026
BREAKING
BERITA

Big Mac Indonesia Jadi yang Termurah di Dunia, Rupiah Terindikasi Undervalued 61,7%

Oleh Emanuel August 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harga Big Mac di Indonesia tercatat sebagai yang paling terjangkau di dunia, hanya mencapai US$2,38. Fenomena ini memberikan indikasi kuat bahwa nilai tukar Rupiah saat ini mengalami undervalued atau lebih rendah dari nilai seharusnya jika dibandingkan dengan Dolar Amerika Serikat.

Perbandingan harga Big Mac ini, yang sering dijadikan tolok ukur daya beli mata uang di berbagai negara, menempatkan Indonesia pada posisi unik. Dengan harga rata-rata hanya US$2,38 per unit Big Mac, Indonesia mengungguli negara-negara lain dalam hal keterjangkauan burger ikonik McDonald’s tersebut. Angka ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan harga di negara-negara lain yang menjadi bagian dari survei.

Lebih lanjut, data ini mengindikasikan bahwa Rupiah sedang undervalued sebesar 61,7% terhadap Dolar AS. Konsep The Big Mac Index, yang diciptakan oleh The Economist pada tahun 1986, menggunakan harga Big Mac sebagai alat untuk membandingkan daya beli dan nilai tukar mata uang. Indeks ini didasarkan pada teori paritas daya beli (purchasing power parity/PPP), yang menyatakan bahwa dalam jangka panjang, nilai tukar antara dua mata uang akan menyesuaikan diri sehingga harga sekeranjang barang dan jasa yang sama akan sama di kedua negara.

Dengan demikian, jika harga Big Mac di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di Amerika Serikat, hal ini menunjukkan bahwa Rupiah memiliki daya beli yang lebih tinggi di dalam negeri daripada yang tercermin dalam nilai tukarnya terhadap Dolar AS di pasar internasional. Dengan kata lain, untuk membeli barang yang sama (dalam hal ini Big Mac), Anda membutuhkan lebih sedikit Rupiah dibandingkan dengan jumlah Dolar AS yang setara yang diperlukan di Amerika Serikat.

Perhitungan The Economist menempatkan Indonesia pada posisi yang menunjukkan bahwa Rupiah perlu menguat sebesar 61,7% agar mencapai keseimbangan dengan Dolar AS berdasarkan harga Big Mac. Meskipun ini adalah indikator yang disederhanakan, The Big Mac Index tetap menjadi alat yang berguna untuk memberikan gambaran umum tentang pergerakan mata uang dan daya beli di berbagai negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp