Sebuah investigasi mendalam akhirnya mengungkap akar penyebab tabrakan dua jet tempur F-15K milik Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) pada Januari 2021. Kelalaian fatal seorang pilot yang mengambil foto selfie saat menerbangkan pesawat menjadi biang keladi kecelakaan tragis tersebut. Insiden ini sempat membuat publik heboh dan akhirnya berujung pada permintaan maaf resmi dari pihak Angkatan Udara.
Kecelakaan yang terjadi di wilayah udara Korea Selatan ini melibatkan dua pesawat F-15K yang tengah dalam misi latihan. Menurut hasil investigasi yang dirilis, salah satu pilot dari skuadron yang terlibat kedapatan melakukan tindakan yang sangat tidak profesional dan membahayakan: mengambil foto selfie. Tindakan ini diduga kuat mengalihkan perhatian pilot dari tugas utamanya mengendalikan pesawat, yang berujung pada hilangnya kendali dan tabrakan dengan pesawat F-15K lainnya.
Detail investigasi menunjukkan bahwa momen selfie tersebut terjadi pada saat kritis dalam penerbangan. Pengalihan fokus yang diakibatkan oleh aktivitas pribadi ini, meski hanya sesaat, terbukti memiliki konsekuensi yang menghancurkan. Kerugian materiil akibat tabrakan dua jet tempur canggih ini tentu sangat besar, belum lagi potensi risiko terhadap keselamatan personel.
Menanggapi temuan yang mengejutkan ini, pihak Angkatan Udara Republik Korea tidak tinggal diam. Melalui juru bicaranya, ROKAF secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas insiden yang disebabkan oleh kelalaian anggotanya. “Kami sangat menyesal atas kejadian ini dan dampaknya terhadap keselamatan penerbangan serta kepercayaan publik,” ujar seorang perwakilan ROKAF dalam pernyataannya. Mereka berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelatihan dan disiplin pilot untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Lebih lanjut, Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keamanan dan profesionalisme dalam setiap operasionalnya. Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya fokus penuh dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dalam setiap aspek penerbangan militer, terutama ketika menyangkut pesawat tempur berteknologi tinggi seperti F-15K.
