Sunday, 2 August 2026
BREAKING
BERITA

Mafia Beras Rugikan Petani Rp98 Triliun, Satu Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun/Bulan

Oleh Emanuel August 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Pertanian Amran Sulaiman membongkar praktik mafia beras yang merugikan petani secara masif. Dalam pernyataannya, terungkap bahwa kerugian negara akibat beras yang tidak sesuai standar mencapai angka fantastis Rp98 triliun.

Lebih miris lagi, praktik ini memungkinkan segelintir perusahaan untuk meraup keuntungan luar biasa. “Ada perusahaan yang untung Rp2 triliun sebulan,” ungkap Amran Sulaiman dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Jakarta, pada hari Selasa (19/3/2024).

Keuntungan besar tersebut diduga berasal dari praktik penimbunan dan pengoplosan beras. Beras yang seharusnya memenuhi standar kualitas tertentu dijual dengan harga lebih tinggi setelah dicampur dengan beras berkualitas rendah. Kondisi ini jelas merugikan petani yang menjual gabah mereka dengan harga yang tidak sepadan dengan kualitasnya.

Amran menjelaskan bahwa praktik mafia beras ini telah berlangsung lama dan sangat merugikan petani Indonesia. Ia menekankan bahwa kerugian Rp98 triliun tersebut merupakan akumulasi dari berbagai modus operandi yang dilakukan oleh para pemain di industri beras.

“Ini bukan masalah kecil. Ini masalah besar yang melibatkan banyak pihak dan merusak tatanan pertanian kita,” tegas Amran. Ia menambahkan bahwa salah satu modus yang sering terjadi adalah pengoplosan beras. Beras premium yang seharusnya memiliki kualitas baik dicampur dengan beras medium atau bahkan beras bulog yang kualitasnya lebih rendah, kemudian dijual kembali dengan label premium.

Menteri Pertanian bertekad untuk memberantas praktik mafia beras ini hingga tuntas. Ia berharap dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat dapat lebih sadar dan pemerintah dapat mengambil langkah tegas untuk melindungi petani dan memastikan ketersediaan beras berkualitas bagi masyarakat dengan harga yang wajar.

Bagikan: Facebook X WhatsApp