Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Inisiatif ini merupakan dukungan konkret terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penanganan dan pemberdayaan anak-anak terlantar di seluruh Indonesia.
Acara groundbreaking yang menandai dimulainya proyek vital ini berlangsung di Biak Numfor, sebuah momen penting yang diharapkan membawa perubahan signifikan bagi masa depan anak-anak di wilayah tersebut. Pembangunan sekolah ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang layak dan lingkungan belajar yang aman bagi mereka yang paling membutuhkan.
Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. “Program ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap anak-anak yang mungkin luput dari perhatian, memastikan mereka tidak tertinggal dan dapat meraih potensi terbaiknya,” ujar Mendagri Tito.
Beliau menambahkan bahwa Sekolah Rakyat ini tidak hanya akan menyediakan fasilitas belajar, tetapi juga program pendukung yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk membekali para siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berintegrasi kembali ke dalam masyarakat dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Angka spesifik mengenai jumlah anak terlantar yang akan menjadi sasaran program ini belum diungkapkan secara rinci, namun fokus utamanya adalah pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kurangnya akses pendidikan di daerah terpencil. Keberadaan sekolah ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif di Biak Numfor dan wilayah Papua lainnya, dengan harapan dapat direplikasi di berbagai daerah yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
