Saturday, 1 August 2026
BREAKING
DUNIA

Luka Demonstran India Konsisten dengan Tembakan Peluru Gotri, Ungkap Ahli Balistik

Oleh Rini Widiyarti August 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Para ahli balistik mengindikasikan bahwa puluhan luka tusuk kecil berbentuk bulat yang dialami sejumlah demonstran di India memiliki ciri khas yang sangat mirip dengan cedera akibat tembakan senjata peluru gotri (pellet gun). Temuan ini muncul di tengah gelombang protes yang terus berlangsung di berbagai wilayah di negara tersebut.

Luka-luka tersebut, yang digambarkan oleh beberapa pihak sebagai “cockroach” karena bentuknya yang kecil dan tersebar, telah menjadi sorotan utama. Para ahli forensik yang memeriksa luka-luka tersebut secara independen menyatakan bahwa pola dan kedalaman luka sangat konsisten dengan proyektil yang ditembakkan dari senjata jenis peluru gotri.

Senjata peluru gotri, yang sering digunakan oleh aparat keamanan di berbagai negara, dikenal dapat menimbulkan luka yang menyebar dalam area yang luas, tergantung pada jarak dan jenis amunisi yang digunakan. Dalam konteks protes, penggunaan senjata jenis ini kerap dikritik karena potensinya menyebabkan cedera serius, termasuk kerusakan mata dan luka permanen.

Seorang ahli balistik yang enggan disebutkan namanya, namun memiliki rekam jejak panjang dalam analisis forensik, menjelaskan, “Bentuk luka yang bulat kecil dan jumlahnya yang banyak pada satu area tubuh adalah indikator kuat. Jika kita bandingkan dengan luka tembak konvensional, ini jelas berbeda. Kami telah melihat pola serupa pada kasus-kasus di mana senjata peluru gotri digunakan.”

Keterangan para ahli ini menambah kekhawatiran mengenai penggunaan kekuatan oleh aparat keamanan selama penanganan demonstrasi. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai jenis senjata yang digunakan untuk melukai para demonstran, temuan para ahli balistik ini memberikan petunjuk penting mengenai kemungkinan penggunaan senjata peluru gotri.

Pihak berwenang India belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan para ahli balistik ini. Namun, laporan mengenai luka-luka yang dialami demonstran telah memicu seruan dari berbagai organisasi hak asasi manusia untuk investigasi menyeluruh dan akuntabilitas atas penggunaan kekuatan yang berpotensi membahayakan warga sipil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp